Lokakarya Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurmer dan Praktik Balik PM serta Ekin di PMM

Sebagai Narasumber berbagi praktik baik pelatihan mandiri uji validasi di PMM.

Lomba Video Publikasi Sastra Bahasa Daerah

Sebagai narasumber pembuatan konten video publikasi.

ToT Fasilitator Komunitas Belajar

Sebagai Peserta ToT Fasilitator Kombel Penyelenggara Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat Kemdikbudristek di Jakarta.

Kegiatan MGMP IPS Berbagi Praktik Baik

Sebagai moderator kegiatan berbagi Praktik Baik Komunitas Belajar MGMP IPS di Manado Tateli Beach Resort.

Kegiatan Pengembangan Aplikasi Si Laju JS

Sebagai tim pengembang konten video pembelajaran.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Calon Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Calon Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan

Ku Petik Bintang di Platform Merdeka Mengajar

 

Sahabat guru, pernahkah kalian mendengar istilah Pelatihan Mandiri di Platform MerdekaMengajar?

Tentunya sudah ya?

Seperti yang kita ketahui Platform Merdeka Mengajar merupakan web atau aplikasi yang dibangun untuk menunjang Implementasi Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka. Aplikasi ini juga tersedia bagi penggerak Bapak Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang ingin belajar, mengajar dan berkarya. Aplikasi yang bersifat fleksibel dan dinamis karena mudah dipelajari dan memiliki banyak fitur bermanfaat bagi para pendidik sebagai referensi.


                                             Gambar. 1. Tampilan Topik Pelatihan Mandiri


Pada platform merdeka mengajar terdapat menu salah satunya fitur “Pelatihan Mandiri”. Fitur ini berisi tentang beberapa topik pelatihan bagi para Guru dan Kepala sekolah tentang Implementasi Kurikulum Merdeka.Melalui fitur Pelatihan Mandiri, Para pendidik dan tenaga kependidikan bisa belajar dan melakukan aksi nyata di beberapa topik pelatihan yang tersedia.


Unsur penunjang Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar antara lain :

  1. Terdapat modul dalam bentuk Video yang mudah dipahami dan dipejari;
  2. Melakukan aksi nyata dengan disertai referensi;
  3. Jika lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan bintang.

Adapun keunggulan dari fitur Pelatihan Mandiri antara lain :

  1. Materi yang dirancang oleh para ahli dan disediakan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari;
  2. Materi yang dirancang sangat singkat, namun mudah dipahami oleh para guru;
  3. Terdapat latihan pemahaman dan post test sebagai pengukuran tingkat pemahaman kita
                                                

                                                    Gambar. 2. Tampilan profil hasil Pelatihan Mandiri

Paling menarik dari fitur ini adalah reward yang ditawarkan berupa sertifikat dan bintang yang diperoleh jika lulus dalam pelatihan ini. Sehingga membuat para pendidik lebih terpacu untuk semangat belajar tentang Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar. Selain itu, fitur Pelatihan Mandiri ini dapat diakses pengajar kapan saja dan dimana saja sehingga pengajar mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Semoga dengan memanfaatkan fitur Pelatihan Mandiri  memperluas pengetahuan serta wawasan para guru dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar sehingga implementasi Kurikulum Merdeka dapat terlaksana dengan baik sesuai target yang diharapkan pemerintah. 

Ayo Sahabat jangan pernah berhenti belajar karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran.

 

#PlatformMerdekaMengajar

#Kemdikbudristek

#KurikulumMerdeka

#PMM


Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Antar Sekolah

 

Gambar. Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar

Sebuah satuan pendidikan akan lebih maju selangkah jika memiliki komunitas praktisi yang solid dan kompak. Komunitas praktisi di satuan pendidikan pastinya komunitas belajar para guru atau tenaga kependidikan itu sendiri. Dimana kita ketahui guru bagaikan tiang penyangga utama kemajuan pendidikan di masing-masing satuan. Dalam komunitas belajar menjadi wadah bagi para guru untuk belajar, berbagi praktik baik dan berkolaborasi mengeksplor kreativitas yang dimilikili masing-masing guru. Ada banyak aktivitas komunitas belajar sekolah antara lain diskusi, refleksi dan kolaborasi sesama guru untuk menciptakan karya yang dapat memperkaya pengetahuan dan ketrampilan yang mengarah pada pendidikan kualitas pembelajaran peserta didik.

Bagaimana membentuk komunitas praktisi di sekolah?

Ada beberapa tahapan pembentukan komunitas belajar guru di sekolah pada umunya, antara lain;

1.         Tahap merintis.

Langkah awal yang dapat dilakukan pada tahapan merintis adalah membuat ide atau gagasan. Biasanya hal ini muncul saat adanya diskusi antar guru disekolah yang mengalami keresahan dan masalah yang terjadi di sekolah. Artinya disini terjadi percakapan yang bermakna. Di tahap awal ini akhirnya terjadi pembekuan ide yang abstrak secara bersama dalam wujud komunitas dengan memulai diskusi memetakan masalah dan rencana solusi yang bisa dilakukan bersama. Yang akhirnya komunitas praktis tersebut bisa menjadi wadah tempat belajar, berdiskusi dan mengembangkan praktik baik.

2.       Tahap menumbuhkan. 

     Pada tahapan ini komunitas belajar dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik secara luas. Hal ini bisa dilakukan dengan menyelenggarakan pertemuan rutin, membagi praktik baik sesame anggota komunitas belajar, membuat dokumentasi baik audio visual ataupun berupa tulisan. Berbagi baik tentang manfaat dalam kegiatan komunitas yang dilakukan.

3.        Tahap merawat keberlanjutan. 

     Pada tahapan ini untuk memastikan proses baik yang sudah berjalan di dalam komunitas belajar yang akan terus berdampak positif bagi anggota komunitas dan peserta didik khususnya. Tahap berkelanjutan ini yang bisa dilakukan dengan mengembangkan anggota menjadi penggerak komunitas praktisi, bermitra atau kerja sama dengan pihak terkait dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi peserta didik di sekolah. Tahapan ini meruapakan tahapan yang lebih berat dibanding tahapan awal. Karena membentuk itu mudah namun mempertahakan sebuah komunitas yang konsisten itu pekerjaan rumah komunitas yang berat.


Melalui komunitas belajar guru di satuan pendidikan diharapakan ketimpangan kompetensi antar pendidik dapat diminimalisir, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar sesuai kebutuhan peserta didik saat ini. Oleh karena itu Kemendikbudristek, melalui Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara mengadakan Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Sekolah yang pada 24 s.d 26 Oktober 2023 di Luwansa Hotel and Convention Center Manado. Kegiatan ini di hadiri beberapa sekolah di Sulawesi Utara dari 4 jenjang pendidikan. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh banyak para guru yang tergabung dalam beberapa komunitas belajar sekolah. Adapun kegiatan dalam pekan bukti karya ini yaitu mengimbaskan praktik baik yang dimiliki komunitas belajar tersebut, menunjukan bukti karya yang dihasilkan oleh komunitas belajar, prestasi yang pernah diraih oleh komunitas belajar baik secara kelompok maupun personal. Kegiatan yang sangat menarik dan responsif untuk para guru agar tergerak untuk melakukan perbaikan baik dalam hal pengembangan diri maupun kemajuan pendidikan di satuan pendidikan. Paling menarik pada kegiatan pekan bukti karya penulis dapat bertemu, berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan para Sahabat Teknologi Sulawesi Utara, Duta Teknologi Sulawesi Utara, Guru-Guru Inspiratif pemenang Nobel serta prestasi lainnya. 

#KomunitasBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiSulawesiUtara

Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS

                                        Gambar. Kegiatan pembelajaran game based learning


Pengaruh teknologi terkadang berdampak negatif membuat peserta didik malas untuk belajar di Sekolah. Kejenuhan dan tidak adanya semangat disaat pembelajaran terlebih saat jam-jam siang membuat peserta didik malas untuk belajar. Sebagai pendidik kita harus lebih cermat dan peka terhadap kebutuhan proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman sekarang. Melalui motode pembelajaran game based learning diharapkan akan tercipta pembelajaran yang interaktif, ekploratif dan mengembangkan kreatifitas peserta didik sehingga terbangun pembelajaran yang bermakna. Adapun sintak pembelajaran game based learning yang diterapkan dalam proses pembelajaran antara lain :

  1. Penentuan karakteristik peserta didik & materi;
  2. Penelitian tentang game yang akan digunakan;
  3. Pembuatan konten dan aktivitas pembelajaran.

Sedangkan urutan kegiatan game based learning yang cenderung Ibu Ika Defiyanti praktikan :

  1. Pembuka : cek kesiapan, berdoa, kehadiran, lagu kebangsaan (tebak pahlawan), apersepsi, tujuan, model dan metode pembelajaran.
  2. Inti : Menyimak paparan materi dalam bentuk Video Pembelajaran/MPI/presentasi dan menjelaskan konsep game yang akan dimainkan.
  3. Penutup : refleksi (presentasi acak menggunakan wheell of names atau stick card post it)

Metode game based learning yang Ibu Ika terapkan adalah pemanfaatan video pembelajaran, quizizz, wordwall dan wheell of names. Setelah metode pembelajaran ini diterapkan dengan memanfaatkan chromebook dan internet yang ada, peserta didik sangat bersemangat dalam pembelajaran. Mereka menganggap game pembelajaran yang mereka gunakan sebagai game pada umumnya yang mereka gunakan setiap hari. Diakui untuk metode game based learning tetap memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelemahan dan kelebihan metode game based learning antara lain :

1.       Kelebihan

  1.         Lebih interaktif dan menyenangkan
  2.         Memecahkan masalah dengan cara yang menarik
  3.         Melibatkan kemampuan kognitif dan fisik peserta didik

2.       Kelemahan :

  1. Pengelolaan kelas yang pasti kurang kondusif
  2. Memakan waktu yang lama
  3. Membutuhkan alat/media

Respon dari pembelajaran ini umumnya peserta sangat tertarik dan antusias. Diharapkan dengan metode game based learning peserta didik menajdi lebih bersemangat dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Merdeka belajar, merdeka belajarnya.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

CGP (Budaya Positif) Versus PembaTIK (Inovasi Pembelajaran)

Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menyebarkan informasi program Merdeka Belajar. Melalui kolaborasi, informasi dapat tersampaikan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat sehingga perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia dapat terwujud. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk  Suryani mengatakan kebijakan Merdeka Belajar yang telah dikeluarkan Kemendikbudristek mendapat respon baik bagi masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun cerita praktik baik. Maka dari itu Komunitas Belajar Spentirat yang anggotanya sedang aktif dalam beberapa program Kemendikbudristek seperti ajang PembaTIK 2023 dan Program Calon Guru Penggerak melakukan kolaborasi berbagi praktik baik dalam Komunitas Belajar.

                                 Gambar. Kegiatan Komunitas Belajar Spentirat

Pada tanggal 20 Oktober 2023, Marlina Maringka, M.Pd salah seorang peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 8 melakukan diseminasi tentang "Budaya Positif" di Sekolah. Kegiatan berikutnya diseminasi "Berbagi Praktik Baik dalam Merumuskan Pemahaman Bermakna Metode Pembelajaran Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS Terpadu" yang dibawakan oleh Ika Defiyanti, S.Pd sebagai peserta PembaTIK Level 4 pada tahap berbagi dan berkolaborasi. Kegiatan ini dihadiri 10 anggota komunitas belajar Spentirat dan diadakan di SMP Negeri 3 Ratahan.

Pada pemahaman bermakna metode pembelajaran Game Based Learning Ibu Ika lebih menekankan paha proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman now. Pemanfaatan Quizizz, Word Wall dan Wheel Of Names sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan diterima baik responnya oleh peserta didik. Mereka cenderung lebih tertarik, interaktif dan kreatif dalam pembelajaran. Hasil refleksi peserta didik lebih betah belajar memanfaatkan teknologi dibanding belajar dengan whiteboard atau konvensional.

Dikarena kedua tema diseminasi berkaitan erat sehingga terjadi sesi diskusi di komunitas terlebih saat pemahaman segitiga restitusi dalam budaya positif dan restitusi yang terjadi saat pembelajaran Game Based Learning di terapkan agar pembelajaran game berjalan stabil tidak kesalahan. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta komunitas belajar lainnya. Mereka ingin menerapkan salah satu game yakni Quizizz. Diharapkan dengan adanya berbagi praktik baik dalam komunitas belajar dapat meningkatkan kompetensi para guru di satuan pendidikan. Lakukan dari lingkungan terkecil terlebih dahulu jika sudah menghasilkan hasil belajar yang diinginkan berbagi dan berkolaborasilah bersama-sama pendidik lainnya diluar komunitas.

“Mari belajar dan bergerak bersama, menyukseskan setiap kebijakan dan episode Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek yang tentunya bertujuan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Non Timpal, S.Pd (sebagai Koordinator Komnutas Belajar Spentirat). 

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s

#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar