Gebyar Merdeka Belajar
Pendidikan Sosial Emosional di MGMP IPS Minahasa Tenggara

Tujuan pendidikan sosial emosional :
- Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
- Membantu siswa dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang akan membantu mereka dalam memahami emosi yang dirasakan, mengembangkan identitas mereka, dan menetapkan tujuan.
- Mengurangi stress dan tekanan yang dialami dalam proses belajar
- Siswa mampu mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup dengan keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional.
Refleksi Akhir Tahun Ajaran Kombel Spentirat
Setahun bukan waktu singkat. Akan tetapi, kita semua mendapatkan jumlah hari yang sama. Bagaimana cara kita menggunakan hari-hari itu, yang membuat perbedaan. Ketika kita mendapat kesempatan memasuki tahun ajaran pendidikan baru lagi, sudah sepantasnya kamu melihat ke belakang, melihat kembali apa yang sudah kami alami dan perbuat. Dengan itu, kamu bisa memasuki tahun ajaran baru dengan tekad menjadi lebih baik dari sebelumnya. Refleksi akhir tahun ajaran merupakan kegiatan rutin bagi komunitas belajar Spentirat setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Kelong Kota Tomohon dengan dihadiri anggota komunitas belajar.
Gambar. Foto Bersama Refleksi
Webinar "Bagi Rindu Kombel Spentirat"
Di era Kurikulum Merdeka, komunitas belajar Spentirat mengundang para guru yang bersemangat untuk menjadi bagian dari komunitas belajar sekolah. Dimana sebuah wadah kolaboratif para guru, tenaga keguruan dan guru lainnya berkumpul dalam semangat dan kepedulian yang sama terhadap pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan. Sehingga komunitas belajar spentirat mengadakan seri webinar yang bertajuk "Bagi Rindu Kombel Spentirat".
Kegiatan webinar ini diadakan pada hari selasa 28 Mei 2024 pada seri webinar yang ditautkan pada Menu Komunitas sum menu webinar di Platform Merdeka Mengajar. Allhamdulilah diikuti 300 lebih peserta yang didominasi para guru yang sebagian besar dari lingkungan kabupaten Minahasa Tenggara. Kegiatan ini di buka oleh Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara yakni Ibu Sarah Ivane Kindangen, S.Pd, M.Pd yang kemudian acara dilanjutkan arahan dari Pengawas Sekolah Penggerak Bapak Feki Poluan, S.Pd, M.Pd. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara yang terwakili oleh arahan beliau.
Acara selanjutnya diisi dengan paparan materi visi, misi dan nilai dan tujuan bersama sebuah komunitas belajar yang dipaparkan oleh ketua komunitas belajar Spentirat sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Ratahan Ibu Sherly C.Waas, S.Pd, M.M. Beliau menyampaikan bahwasannya semubuah komunitas harus memiliki visi, misi, nilai dan tujuan bersama serta dibangung berdasarkan 4 pilar PLC (Profesional Learning Community). Paparan berikutnya dibawakan oleh Komite Pembelejaran Sekolah Penggerak SMP Negeri 3 Ratahan sekaligus penggerak inti komunitas belajar Spentirat yaitu Bapak Chrisvil Mawuntu, S.Teol tentang tahapan dan tata cara mendaftarkan sebuah komunitas pada Platform Merdeka Mengajar. Yang akhirnya kegiatan ini lanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para audiens dan narasumber yang dibimbing oleh Moderator Ibu Ika Defiyanti, S.Pd. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari beberapa guru, banyak yang tertarik untuk membangun sebuah komunitas yang solid dan kolaboratif.
Gambar 3. Kegiatan berlangsung webinarDiharapkan dengan adanya webinar ini akan ada perubahan positif dari kompetensi para pendidik kita di era menyongsong kurikulum merdeka dimana seorang guru dituntut sebagai agen perubahan dan guru penggerak perubahan yang kearah lebih baik dan berguna bagi peserta didik kita.
#PlatformMerdekaMengajarKu Petik Bintang di Platform Merdeka Mengajar
Sahabat
guru, pernahkah kalian mendengar istilah Pelatihan Mandiri di Platform MerdekaMengajar?
Tentunya
sudah ya?
Seperti yang kita ketahui Platform Merdeka Mengajar merupakan web atau aplikasi yang dibangun untuk menunjang Implementasi Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka. Aplikasi ini juga tersedia bagi penggerak Bapak Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang ingin belajar, mengajar dan berkarya. Aplikasi yang bersifat fleksibel dan dinamis karena mudah dipelajari dan memiliki banyak fitur bermanfaat bagi para pendidik sebagai referensi.
Gambar. 1. Tampilan Topik Pelatihan Mandiri
Pada platform merdeka mengajar terdapat menu
salah satunya fitur “Pelatihan Mandiri”. Fitur ini berisi tentang beberapa topik
pelatihan bagi para Guru dan Kepala sekolah tentang Implementasi Kurikulum
Merdeka.Melalui fitur Pelatihan Mandiri, Para pendidik dan tenaga kependidikan
bisa belajar dan melakukan aksi nyata di beberapa topik pelatihan yang
tersedia.
Unsur penunjang Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar antara lain :
- Terdapat modul dalam bentuk Video yang mudah dipahami dan dipejari;
- Melakukan aksi nyata dengan disertai referensi;
- Jika lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan bintang.
Adapun keunggulan dari fitur Pelatihan Mandiri antara lain :
- Materi yang dirancang oleh para ahli dan disediakan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari;
- Materi yang dirancang sangat singkat, namun mudah dipahami oleh para guru;
- Terdapat latihan pemahaman dan post test sebagai pengukuran tingkat pemahaman kita
Paling menarik dari fitur ini adalah reward
yang ditawarkan berupa sertifikat dan bintang yang diperoleh jika lulus dalam
pelatihan ini. Sehingga membuat para pendidik lebih terpacu untuk semangat
belajar tentang Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Platform Merdeka
Mengajar. Selain itu, fitur Pelatihan Mandiri ini dapat diakses pengajar kapan saja dan dimana saja sehingga pengajar mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Semoga dengan memanfaatkan fitur Pelatihan
Mandiri memperluas pengetahuan serta
wawasan para guru dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar sehingga
implementasi Kurikulum Merdeka dapat terlaksana dengan baik sesuai target yang
diharapkan pemerintah.
Ayo Sahabat jangan pernah berhenti belajar
karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran.
#PlatformMerdekaMengajar
#Kemdikbudristek
#KurikulumMerdeka
#PMM
Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Antar Sekolah
Sebuah satuan pendidikan akan lebih maju selangkah jika memiliki komunitas praktisi yang solid dan kompak. Komunitas praktisi di satuan pendidikan pastinya komunitas belajar para guru atau tenaga kependidikan itu sendiri. Dimana kita ketahui guru bagaikan tiang penyangga utama kemajuan pendidikan di masing-masing satuan. Dalam komunitas belajar menjadi wadah bagi para guru untuk belajar, berbagi praktik baik dan berkolaborasi mengeksplor kreativitas yang dimilikili masing-masing guru. Ada banyak aktivitas komunitas belajar sekolah antara lain diskusi, refleksi dan kolaborasi sesama guru untuk menciptakan karya yang dapat memperkaya pengetahuan dan ketrampilan yang mengarah pada pendidikan kualitas pembelajaran peserta didik.
Bagaimana membentuk komunitas
praktisi di sekolah?
Ada beberapa tahapan pembentukan
komunitas belajar guru di sekolah pada umunya, antara lain;
1.
Tahap merintis.
Langkah awal yang dapat dilakukan pada tahapan
merintis adalah membuat ide atau gagasan. Biasanya hal ini muncul saat adanya
diskusi antar guru disekolah yang mengalami keresahan dan masalah yang terjadi
di sekolah. Artinya disini terjadi percakapan yang bermakna. Di tahap awal ini
akhirnya terjadi pembekuan ide yang abstrak secara bersama dalam wujud komunitas
dengan memulai diskusi memetakan masalah dan rencana solusi yang bisa dilakukan
bersama. Yang akhirnya komunitas praktis tersebut bisa menjadi wadah tempat
belajar, berdiskusi dan mengembangkan praktik baik.
2. Tahap menumbuhkan.
Pada tahapan ini komunitas
belajar dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik secara luas. Hal ini
bisa dilakukan dengan menyelenggarakan pertemuan rutin, membagi praktik baik sesame
anggota komunitas belajar, membuat dokumentasi baik audio visual ataupun berupa
tulisan. Berbagi baik tentang manfaat dalam kegiatan komunitas yang dilakukan.
3. Tahap merawat keberlanjutan.
Pada tahapan ini
untuk memastikan proses baik yang sudah berjalan di dalam komunitas belajar
yang akan terus berdampak positif bagi anggota komunitas dan peserta didik
khususnya. Tahap berkelanjutan ini yang bisa dilakukan dengan mengembangkan
anggota menjadi penggerak komunitas praktisi, bermitra atau kerja sama dengan
pihak terkait dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi
peserta didik di sekolah. Tahapan ini meruapakan tahapan yang lebih berat
dibanding tahapan awal. Karena membentuk itu mudah namun mempertahakan sebuah
komunitas yang konsisten itu pekerjaan rumah komunitas yang berat.
Melalui komunitas belajar guru di satuan pendidikan diharapakan ketimpangan kompetensi antar pendidik dapat diminimalisir, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar sesuai kebutuhan peserta didik saat ini. Oleh karena itu Kemendikbudristek, melalui Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara mengadakan Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Sekolah yang pada 24 s.d 26 Oktober 2023 di Luwansa Hotel and Convention Center Manado. Kegiatan ini di hadiri beberapa sekolah di Sulawesi Utara dari 4 jenjang pendidikan. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh banyak para guru yang tergabung dalam beberapa komunitas belajar sekolah. Adapun kegiatan dalam pekan bukti karya ini yaitu mengimbaskan praktik baik yang dimiliki komunitas belajar tersebut, menunjukan bukti karya yang dihasilkan oleh komunitas belajar, prestasi yang pernah diraih oleh komunitas belajar baik secara kelompok maupun personal. Kegiatan yang sangat menarik dan responsif untuk para guru agar tergerak untuk melakukan perbaikan baik dalam hal pengembangan diri maupun kemajuan pendidikan di satuan pendidikan. Paling menarik pada kegiatan pekan bukti karya penulis dapat bertemu, berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan para Sahabat Teknologi Sulawesi Utara, Duta Teknologi Sulawesi Utara, Guru-Guru Inspiratif pemenang Nobel serta prestasi lainnya.
#KomunitasBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiSulawesiUtara
Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS
Pengaruh teknologi terkadang berdampak negatif membuat peserta didik malas untuk belajar di Sekolah. Kejenuhan dan tidak adanya semangat disaat pembelajaran terlebih saat jam-jam siang membuat peserta didik malas untuk belajar. Sebagai pendidik kita harus lebih cermat dan peka terhadap kebutuhan proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman sekarang. Melalui motode pembelajaran game based learning diharapkan akan tercipta pembelajaran yang interaktif, ekploratif dan mengembangkan kreatifitas peserta didik sehingga terbangun pembelajaran yang bermakna. Adapun sintak pembelajaran game based learning yang diterapkan dalam proses pembelajaran antara lain :
- Penentuan karakteristik peserta didik & materi;
- Penelitian tentang game yang akan digunakan;
- Pembuatan konten dan aktivitas pembelajaran.
Sedangkan urutan kegiatan game based learning yang cenderung Ibu Ika Defiyanti praktikan :
- Pembuka : cek kesiapan, berdoa, kehadiran, lagu kebangsaan (tebak pahlawan), apersepsi, tujuan, model dan metode pembelajaran.
- Inti : Menyimak paparan materi dalam bentuk Video Pembelajaran/MPI/presentasi dan menjelaskan konsep game yang akan dimainkan.
- Penutup : refleksi (presentasi acak menggunakan wheell of names atau stick card post it)
Metode game based learning yang Ibu Ika terapkan adalah pemanfaatan video
pembelajaran, quizizz, wordwall dan wheell of names. Setelah metode
pembelajaran ini diterapkan dengan memanfaatkan chromebook dan internet yang
ada, peserta didik sangat bersemangat dalam pembelajaran. Mereka menganggap
game pembelajaran yang mereka gunakan sebagai game pada umumnya yang mereka
gunakan setiap hari. Diakui untuk metode game based learning tetap memiliki
kelebihan dan kelemahan. Adapun kelemahan dan kelebihan metode game based
learning antara lain :
1. Kelebihan
- Lebih interaktif dan menyenangkan
- Memecahkan masalah dengan cara yang menarik
- Melibatkan kemampuan kognitif dan fisik peserta didik
2. Kelemahan :
- Pengelolaan kelas yang pasti kurang kondusif
- Memakan waktu yang lama
- Membutuhkan alat/media
Respon dari pembelajaran ini umumnya peserta sangat tertarik dan antusias. Diharapkan dengan metode game based learning peserta didik menajdi lebih bersemangat dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Merdeka belajar, merdeka belajarnya.
#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar
CGP (Budaya Positif) Versus PembaTIK (Inovasi Pembelajaran)
Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menyebarkan informasi program Merdeka Belajar. Melalui kolaborasi, informasi dapat tersampaikan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat sehingga perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia dapat terwujud. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengatakan kebijakan Merdeka Belajar yang telah dikeluarkan Kemendikbudristek mendapat respon baik bagi masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun cerita praktik baik. Maka dari itu Komunitas Belajar Spentirat yang anggotanya sedang aktif dalam beberapa program Kemendikbudristek seperti ajang PembaTIK 2023 dan Program Calon Guru Penggerak melakukan kolaborasi berbagi praktik baik dalam Komunitas Belajar.
Gambar. Kegiatan Komunitas Belajar Spentirat
Pada tanggal 20 Oktober 2023, Marlina Maringka, M.Pd salah seorang peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 8 melakukan diseminasi tentang "Budaya Positif" di Sekolah. Kegiatan berikutnya diseminasi "Berbagi Praktik Baik dalam Merumuskan Pemahaman Bermakna Metode Pembelajaran Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS Terpadu" yang dibawakan oleh Ika Defiyanti, S.Pd sebagai peserta PembaTIK Level 4 pada tahap berbagi dan berkolaborasi. Kegiatan ini dihadiri 10 anggota komunitas belajar Spentirat dan diadakan di SMP Negeri 3 Ratahan.
Pada pemahaman bermakna metode pembelajaran Game Based Learning Ibu Ika lebih menekankan paha proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman now. Pemanfaatan Quizizz, Word Wall dan Wheel Of Names sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan diterima baik responnya oleh peserta didik. Mereka cenderung lebih tertarik, interaktif dan kreatif dalam pembelajaran. Hasil refleksi peserta didik lebih betah belajar memanfaatkan teknologi dibanding belajar dengan whiteboard atau konvensional.
Dikarena kedua tema diseminasi berkaitan erat sehingga terjadi sesi diskusi di komunitas terlebih saat pemahaman segitiga restitusi dalam budaya positif dan restitusi yang terjadi saat pembelajaran Game Based Learning di terapkan agar pembelajaran game berjalan stabil tidak kesalahan. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta komunitas belajar lainnya. Mereka ingin menerapkan salah satu game yakni Quizizz. Diharapkan dengan adanya berbagi praktik baik dalam komunitas belajar dapat meningkatkan kompetensi para guru di satuan pendidikan. Lakukan dari lingkungan terkecil terlebih dahulu jika sudah menghasilkan hasil belajar yang diinginkan berbagi dan berkolaborasilah bersama-sama pendidik lainnya diluar komunitas.
“Mari belajar dan bergerak bersama, menyukseskan setiap kebijakan dan episode Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek yang tentunya bertujuan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Non Timpal, S.Pd (sebagai Koordinator Komnutas Belajar Spentirat).
Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s
#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar
Bukan "Baku Lawank Pande" tapi "Baku Beking Pande" Sulawesi Utara
Flayer. Webinar Inovasi Pembelajaran
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa program PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi pendidik dalam kegiatan belajar, mengajar dan berkarya untuk mendukung terciptanya inovasi pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui pemanfaatan platform teknologi. Maka beruntunglah bagi para peserta pembaTIK tahun 2023 yang lolos pada level 4 tahap berbagi dan berkolaborasi. Mengapa demikian? Karena dari sebanyak total 29.539 guru yang mendaftar tersaring 30 besar di masing-masing provinsi yang dapat berbagi dan berkolaborasi.
Gambar 1. Kegiatan Webinar Sinkronus Sesi 2 Grup 2
PembaTIK sendiri terdapat 4 level
yang setiap level ada kuliah umumnya untuk mempelajari modul, membuat tugas dan
mengikuti ujian secara daring. Hingga pada tahap akhir di PembaTIK level 4 yang
merupakan level berbagi dan berkolaborasi untuk diseminasi berbagi praktik baik
inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan platform teknologi yang pernah
dilakukan oleh para Sahabat Duta Teknologi (Sebutan bagi peserta pembaTIK yang
lolos 30 besar).
Pada tanggal 17 s.d 21 para
sahabat duta teknologi dari provinsi Sulawesi Utara melakukan Webinar secara
sinkronus melalui komunitas belajar PembaTIK Sulawesi Utara yang ada diPlatform Merdeka Mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dan setiap
harinya terdapat dua sesi. Pada webinar sesi 2 sinkronus yang di promotori Duta
Teknologi Sulawesi Utara tahun 2021 yaitu Bapak Riva Rori dan tiga Sahabat Duta
Teknologi yang selaku narasumber yaitu Bapak Eyldi Elyadi Husein Tangahu
(Bolaang Mongondow Selatan), Ika Defiyanti (Minahasa Tenggara) dan Dedy Daniel
Misade (Sangihe).
Gambar 2. Paparan Praktik Baik Webinar Sinkronus Sesi 2 Grup 2
Kegiatan berbagi praktik baik yang dibawakan oleh ketiga narasumber sebagai berikut :
- Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi (Canva dan Kahoot) oleh Bapak Eyldi Elyadi Husein Tangahu.
- Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi MPI oleh Bapak Dedy Daniel Misade.
- Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran IPS melalui Metode Game Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi (Quizizz, Wordwall, QR Barcode, Kahoot, Wheell of Names) oleh Ibu Ika Defiyanti.
Kegiatan ini berlangsung selama 2
jam dari pukul 18.00-20.00 WITA dihadiri 49 peserta dari beberapa daerah dan
mendapat respon positif dari para peserta hingga 5 pertanyaan yang diajukan.
Lagi-lagi pertanyaan tentang kuota dan jaringan internet yang menjadi tema
setiap pertanyaan. Sehingga para narasumber harus dengan bijak dan cermat untuk
memberikan pencerahan yang dapat diterima. Setidaknya jika kita tidak bisa
memanfaatkan platform teknologinya minimal kita bisa mengambil strategi inovasi
pembelajarannya baik dari model, metode atau gaya belajar yang dibutuhkan oleh
peserta didik kita di era milenial saat ini.
Ternyata dengan berbagi dan
berkolaborasi antar sahabat duta teknologi ini sangat bermanfaat dan
mendapatkan hal baru baik informasi, strategi dan pemanfaatan platform yang
bisa digunakan saat ini. Seperti halnya web tools dan aplikasi Canva yang
cenderung banyak diminati peserta didik kita dalam proses pembelajaran saat
ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini bukan
hanya habis pada tugas pembaTIK level 4 saja melainkan bisa dilanjutkan pada
kegiatan di satuan pendidikan masing-masing atau komunitas belajar. Melalui
ajang pembaTIK ini kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa
saja.
Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s
#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar
In House Training PKP (Sekolah Penggerak) Literasi Digital
Chromebook dan akun belajar.id merupakan salah satu program kemendikbudristek dalam pengembangan kompetensi pemanfaatan media teknologi pada pendidik dan peserta didik. Melalui PKP Sekolah Penggerak SMP Negeri 3 Ratahan mengadakan In House Training yang berkaitan dengan literasi digitaliasi pemanfaataan chromebook dan akun belajar.id yang berlangsung selama 3 hari dari 9 s.d 11 Oktober. Adapun yang menjadi Narasumber adalah Yudita Hosang, S.Pd (SMP Negeri 2 Ratahan), Ika Defiyanti, S.Pd (IP SMP N 3 Ratahan) dan Chrisvil Mawuntu, S.Teol (IP SMP N 3 Ratahan). Kegiatan ini pun di hadiri studi tiru dari SMP N 2 Ratahan ke SMP N 3 Ratahan dalam kolaborasi peningkatan kualitas komunitas belajar guru. Materi yang dibawakan sebagai berikut
- Materi pemanfaatan chromebook oleh Yudita Hosang, S.Pd;
- Berbagi praktik baik pemanfaatan video pembelajaran dan canva pada peserta didik oleh Ika Defiyanti, S.Pd;
- Berbagi praktik baik pemanfaatan google chat dan canva pada peserta didik oleh Chrisvil Mawuntu, S.Teol.
Kegiatan yang di
hadiri para guru dari dua sekolah yang terbentuk dalam sebuah komunitas belajar
dan beberapa peserta didik di hari terkahir sebagai uji kelayakan praktik baik
yang dilakukan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para guru kedua
sekolah karena dengan berbagi dan berkolaborasi para guru saling mendapatkan
informasi dan pembelajaran terbaru baik dari strategi pembelajaran, kinerja
komunitas belajar dan praktik baik yang telah dilakukan masing-masing sekolah.
Saya sangat senang
belajar menggunaka chromebook...!tutur kata dari Dylan Sumangando salah seorang
peseerta didik yang ikut andil partisipasi sebagai peserta dalam kegiatan In
House Training. Dia sangat senang saat mendapatkan akun belajar.id yang
ternyata memiliki banyak kelebihan seperti dalam penyimpanan data di drive yang
hampir unlimited (tanpa batas) sehingga dia tidak harus membeli memory card,
ungkapnya.
Diharapkan dengan
kegiatan pelatihan literasi dgital ini dapat bermanfaat bagi para pendidik dan
peserta didik. Tujuan dari pemanfaatan chromebook, akun belaja.id dan berbagi
praktik baik inovasi pembelajaran ini adalah meningkatkan kompetensi pendidik
dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di satuan
pendidikan dan meningkatkan konektivitas antar layanan pembelajaran.
Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s
#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar
"BERSENANG-SENANG" BERSAMA KOMUNITAS BELAJAR
Seperti yang kita ketahui dimana progam sekolah penggerak salah satunya mampu menggerakan komunitas praktisi para pendidik. Program sekolah penggerak dan komunitas penggerak adalah bagian dari strategi Merdeka Belajar yang memiliki pendekatan berbeda untuk tujuan yang sama, yang berfokus pada pembelajaran dan pengembangan hasil belajar siswa. Mendapatkan kesempatan diundang oleh Kemendikbudristek dalam rangka Training of Trainer sebagai Fasilitator Komunitas Belajar merupakan suatu penghargaan dan penghormatan tersendiri bagi seorang guru. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung dari 6 s.d 8 Oktober 2023 di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat.
Acara ini dihadiri oleh 52 orang guru yang telah melewati tahapan seleksi Fasilitator Komunitas Guru oleh Tim Kemendikbudristek yang berasal dari masing - masing daerah di Indonesia (Jawa, Sumatera, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku). Agenda acara ToT Fasilitator Komunitas Guru ini diawali dengan sambutan dari Plt. Kepala Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, dan arahan dari Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani. Training of Trainer (ToT) Fasilitator Komunitas Guru dalam rangka membekali Bapak dan Ibu guru untuk terus berdaya sehingga menghasilkan karya yang berkualitas, sesuai dengan konten dan konteks belajar murid dalam rangka sosialisasi kebijakan.
Adapun materi-materi yang diberikan sebagai berikut :
1. Simulasi pembentukan komunitas belajar.
2. Kurikulum Merdeka
3. Pemanfaatn Platform Merdeka Mengajar
4. Pentingnya Sekolah Sehat
5. Pembentukan TPPK Anti Kekerasan di Satuan Pendidikan
Sebagai salah satu peserta ToT, Ika Defiyanti menjelaskan bahwa setelah mengkuti kegiatan ToT ini akan ada peningkatan kompetensi para pendidik dan sasaran utama peserta didik. Melalui berbagi praktik baik dan berkolaborasi tentang pengetahuan dunia pendidikan terlebih kurikulum merdeka diharapkan akan ada umpan balik sebuah perubahan pendidikan yang lebih baik lagi. Komunitas belajar diyakini mampu menjadi tangan panjang tujuan pendidikan saat ini. Bergerak, Tergerak dan Menggerak maju terus komunitas belajar guru Indonesia.
#PembaTIK2023
#KomunitasBelajar
#Kemdikbudristek
Referensi :
Literasi Digital Sastra Lisan Maengket
Di zaman milineal
sekarang ini, kecenderungan membudidayakan bahasa daerah sangatlah kurang.
Generasi muda lebih bereksplor dalam bahasa asing seperti bahasa korea, jepang,
inggris dan mandarin. Mengapa demikian? Hal ini tentunya karena pengaruh budaya
asing tersebut dalam pemanfaatan teknologi digital seperti film drama korea dan
kip pop yang masih merajalela. Pertanyaannya apakah ini salah? Tentu saja
tidak, tetapi lebih baiknya hal ini diseimbangkan untuk anak didik kita
mengenal budaya daerah masing-masing dari mulai foklor, bahasa daerah, kesenian
dan lainnya. Karena mencintai produk dalam negeri merupakan visi salah satu
negara kita. Jangan sampai kita bisa menguasai budaya asing namun kita tidak
mengenal budaya daerah masing-masing.
Dinas pendidikan
kabupaten Minahasa Tenggara dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara
dengan programnya tentang pengembangan
literasi digital melalui sastra lisan maengket. Maengket merupakan suatu tarian
khas kabupaten Minahasa yang umumnya digunakan masyarakat jama dulu sebagai
ucapan syukur atas hasil panen, pindah rumah dan kisah percintaan. Tarian ini
dimainkan lebih dari 12 orang dengan menari dan menyanyikan lagu daerah
menggunakan bahasa pasan, punosakan atau tonsawang. Kegiatan ini diadakan dua
kali pada 13-15 Agustus 2023 dan pada festival Bentenan Lakban 21-25 September
2023 di Tombatu, Minahasa Tenggara.
Kedua kegiatan ini
mendapatkan respon yang positif dari Bupati Minahasa Tenggara yang diwakilkan
oleh Bapak Wakil Bupati Jesaja Jocke Legi dalam sambutannya. Bahkan banyak
peserta dari beberapa sekolah yang mengikuti ajang lomba tarian maengket ini
dengan banyak variasi. Mayarakat Minahasa Tenggara pun apresiatif terhadap
kegiatan ini. Melestarikan budaya yang hampir punah merupakan tugas dari anak
bangsa kita sebagai generasi penerus bangsa.
SMP Negeri 3
Ratahan telah meraih juara ke 2 dan 1 pada kedua festival sastra lisan maengket
yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Prestasi yang sangat
luar biasa, bagi SMP Negeri 3 Ratahan dapat ikut berpartisipasi aktif dalam
melestarikan budaya daerah. Semoga keberhasilkan ini bisa dijadikan motivasi
bagi generasi berikutnya.
Referensi : https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/458133
#Kemdikbudristek
#LiterasiDigital
#SastraLisanMaengket
#CerdasBerkarakter
#MerdekaSetaraBeragam














.png)












