Lokakarya Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurmer dan Praktik Balik PM serta Ekin di PMM

Sebagai Narasumber berbagi praktik baik pelatihan mandiri uji validasi di PMM.

Lomba Video Publikasi Sastra Bahasa Daerah

Sebagai narasumber pembuatan konten video publikasi.

ToT Fasilitator Komunitas Belajar

Sebagai Peserta ToT Fasilitator Kombel Penyelenggara Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat Kemdikbudristek di Jakarta.

Kegiatan MGMP IPS Berbagi Praktik Baik

Sebagai moderator kegiatan berbagi Praktik Baik Komunitas Belajar MGMP IPS di Manado Tateli Beach Resort.

Kegiatan Pengembangan Aplikasi Si Laju JS

Sebagai tim pengembang konten video pembelajaran.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Komunitas Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas Belajar. Tampilkan semua postingan

Gebyar Merdeka Belajar

                                     Gambar 1. Perwakilan dari Kabupaten Minahasa Tenggara

Demi menyemarakkan festival kurikulum merdeka belajar 2024 kami komunitas belajar Spentirat diundang sebagai peserta Gebyar Merdek Belajar 2024 yang diadakan oleh BPMP Sulawesi Utara yang dilaksanakan selama 3 hari dari 4 s.d 6 Juli 2024. Kegiatan ini sponsori oleh Honda, Pegadaian dan BNI serta BPMP Sulawesi Utara sebagai penyelenggara. Pada acara pembukaan kegiatan dibuka oleh sekretaris dinas dikdas Bapak Jefri Runtuwene, S.E, M.Si yang diharapkan event Gebyar Merdeka Belajar ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara. Karena diketahui Implementasi Kurikulum Merdeka sudah berjalan disemua jenjang pendidikan di Sulawesi Utara. Beliau juga sudah melihat siswa-siswa yang ADEM yang mengikuti pendidikan di provinsi Sulawesi Utara. Mereka sebenarnya bisa mengikuti kompetisi yang ada. Pagelaran pameran ini pun diharapkan bisa jadi contoh bagi sekolah lain. Sharing bersama antar satuan pendidikan terkait hasil karya Implementasi Kurikulum Merdeka. 
Berikutnya kegiatan pembukaan dan sambutan oleh Kasubag Umumu BPMP Sulawesi Utara yakni Bapak Doni Punu, S.H, M.H mengatakan tanpa melihat proses kita tidak tau outputnya. Pada suatu titik kita akan menuju Indonesia emas, ungkapnya. Dimana peserta didik memiliki karakter sesuai profil pelajar pancasila. Beliau juga mengatakan pendidikan tanpa guru tidak akan berhasil. Karena proses pendidikan itu kompleks yang semuanya saling berpengaruh dan ujungnya untuk kebutuhan dan kemajuan peserta didik kita. Maka dari itu kita harus berkolaborasi, bersinergi dan mengintervensi untuk kemajuan pendidikan di Sulaswesi Utara khususnya dan di Indonesia pada umunya. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, orang tua dan satuan pendidikan itu harus terbangun. Kemudian beliau mengetuk palu sebagai tanda pembuakaan Festifal Kurikulum Merdeka dengan judul Gebyar Merdeka Belajar.
Kegiatan berikutnya adalah Talkshow bersama para sponsor seperti Pegadaian dan BNI serta para Kepala Dinas Pendidikan dari masing-masing Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara. Kegiatan juga dimeriahkan dengan adanya pementasan hasil karya P5 dan karya seni dari para peserta didik perwakilan masing-masing Kabupaten/Kota. Dimalam harinya diisi dengan paparan materi oleh Bapak Firman, sebagai pemateri GAP Analisis Rapor Pendidikan. Kegiatan ditutup pada tanggal 6 juli yang masih dilanjutkan Talkshow oleh pihak sponsor Honda diarea kawasan Mega Mall Manado sekaligus pengumuman Stand Pameran terbaik. 
Sungguh kegiatan yang mendapat banyak apresiasi dari banyak pihak. Karena kegiatan Gebyar Merdeka Belajar ini membuktikan salah satu keberhasilan Implementasi Kurikulum Merdeka selama ini. Ada banyak harapan agar kurikulum yang bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan jamannya ini agar terus dilanjutkan dengan program-program yang lebih baik guna mewujudkan Indonesia Generasi Emas.

#FestifalKurkulumMerdeka2024
#GebyarMerdekaBelajarSulawesiUtara
#BPMPSulawesiUtara
#KomunitasBelajar
#DisdikMinahasaTenggara

Pendidikan Sosial Emosional di MGMP IPS Minahasa Tenggara

Terkadang di pandangan masyarakat kita dan sebagian orang tua beranggapan bahwa pendidikan itu identik dengan nilai akademik sehingga terkadang standar kepuasan orang tua atau masyarakat hanya dilihat dari nilai rapor akademik saja. Pendidikan tidak hanya dilihat dari nilai akademik saja, tetapi dari perkembangan pribadi dan sosial si anak. Pendidikan sosial emosional adalah proses dimana individu mempelajari dan menerapkan serangkaian ketrampilan, sikap, perilaku dan nilai-nilai sosial, emosional dan terkait yang membantu mengarahkan siswa. Maraknya kasus perundungan dan tawuran yang terjadi dikalangan peserta didik menunjukkan bahwa masih lemahnya perkembangan sosial dan emosional peserta didik kita. 
Gambar. 1. Sosial Emosional Learning

Pembelajaran sosial emosional atau dikenal juga dengan nama social emotional learning (SEL) adalah sebuah metode yang membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menetapkan tujuan, dan mengambil keputusan dalam hidupnya. Pembelajaran ini sangat penting diajarkan pada siswa sejak dini karena dapat mempengaruhi kesuksesannya di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Nah, saat ini melalui kurikulum merdeka, pembelajaran sosial emosional sudah mulai diterapkan pada siswa. Hal ini dikarenakan, kegiatan pembelajaran di kurikulum baru ini terpusat pada siswa (student centered) sehingga siswa diharapkan tidak hanya memiliki intelegensi yang baik saja secara akademik, tapi juga ketrampilan mengendalikan sosial emosional yang baik.

Gambar. 2. Refleksi Sosial Emosional Selama Mengajar

Tujuan pendidikan sosial emosional :

  1. Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
  2. Membantu siswa dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang akan membantu mereka dalam memahami emosi yang dirasakan, mengembangkan identitas mereka, dan menetapkan tujuan.
  3. Mengurangi stress dan tekanan yang dialami dalam proses belajar
  4. Siswa mampu mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup dengan keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional.
Terlihat jelas tujuan pendidikan sosial emosional menunjang dalam implementasi kurikulum merdeka. Semoga pendidikan sosial emosional, baik pendidik dan peserta didik dilingkungan satuan pendidikan tercipta iklim pendidikan yang harmonis, selaras, aman, nyaman dan menyenangkan. Selain itu profil pelajar pancasila pun terwujud dibarengi peningkatan iman dan akhlak peserta didik.
Semoga tulisan ini membantu dan bermanfaat bagi para pembaca.

#pendidikansosialemosional
#PMM

Refleksi Akhir Tahun Ajaran Kombel Spentirat

Setahun bukan waktu singkat. Akan tetapi, kita semua mendapatkan jumlah hari yang sama. Bagaimana cara kita menggunakan hari-hari itu, yang membuat perbedaan. Ketika kita mendapat kesempatan memasuki tahun ajaran pendidikan baru lagi, sudah sepantasnya kamu melihat ke belakang, melihat kembali apa yang sudah kami alami dan perbuat. Dengan itu, kamu bisa memasuki tahun ajaran baru dengan tekad menjadi lebih baik dari sebelumnya. Refleksi akhir tahun ajaran merupakan kegiatan rutin bagi komunitas belajar Spentirat setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Kelong Kota Tomohon dengan dihadiri anggota komunitas belajar. 

                                    Gambar. Foto Bersama Refleksi

Kegiatan yang di hadiri 13 peserta yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan dari SMP Negeri 3 Ratahan yang kompak mengenakan dresscode berwarna biru. Refleksi akhir tahun ini dimulai dengan acara ibadah yang diisi dengan permainan uangkapkan kelebihan dan kekurangan masing-masing guru dengan menggunakan tanda panah yang diputar oleh salah satu pemimpin permainan. Kegiatan yang sangat seru dan menarik karena dari sini kita bisa berefleksi diri untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Selesai kegiatan kami melakukan kegiatan ramah tamah yang diadakan dirumah Bakar-Bakar di daerah Tomohon yang tempatnya tidak jauh dari tempat awal. Saat ramah tamah kami membahas tentang rencana kerja tahun ajaran 2024/2025 yang akan mulai star pada awal juli 2024. Kami akan mencoba hal baru yang pastinya lebih baik dari tahun sebelumnya. Disela-sela pembicaraan kami melakukan pengimbasan salah satu peserta komunitas belajar yang telah mengitu bimtek tentang Canva seminggu yang lalu. Beliau memaparkan bahwasannya dengan Canva akan banyak membantu kita megajar sebagai alat bantu media pembelajaran.

Kegiatan selanjutnya kami sibukan dengan rekreasi nobar (nontin bareng) di sebuah Mall di kawasan Manado. "Bad Boys" yakni film yang kami sepakati untuk ditonton. Film yang sangat luar bisa kehebatan dan kekompakkan seorang 2 oknum polisi yang dibebankan pada dua pilihan. Film yang menginspirasi untuk kita tidak menyerah disaat kondisi sesulit apapun dan tetap semangat.

Demikianlah kegiatan refleksi akhir tahun ajaran yang diadakan komunitas belajar spentirat dengan harapan komunitas belajar ini akan selalu solid dan kompak dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

#kurikulummerderka
#canva

Webinar "Bagi Rindu Kombel Spentirat"

Di era Kurikulum Merdeka, komunitas belajar Spentirat mengundang para guru yang bersemangat untuk menjadi bagian dari komunitas belajar sekolah. Dimana sebuah wadah kolaboratif para guru, tenaga keguruan dan guru lainnya berkumpul dalam semangat dan kepedulian yang sama terhadap pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan. Sehingga komunitas belajar spentirat mengadakan seri webinar yang bertajuk "Bagi Rindu Kombel Spentirat". 

Gambar 1. Flayer Webinar Bagi Rindu

Kegiatan webinar ini diadakan pada hari selasa 28 Mei 2024 pada seri webinar yang ditautkan pada Menu Komunitas sum menu webinar di Platform Merdeka Mengajar. Allhamdulilah diikuti 300 lebih peserta yang didominasi para guru yang sebagian besar dari lingkungan kabupaten Minahasa Tenggara. Kegiatan ini di buka oleh Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara yakni Ibu Sarah Ivane Kindangen, S.Pd, M.Pd yang kemudian acara dilanjutkan arahan dari Pengawas Sekolah Penggerak Bapak Feki Poluan, S.Pd, M.Pd. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara yang terwakili oleh arahan beliau. 

                                          Gambar 2. Di balik layar tim komunitas belajar Spentirat

Acara selanjutnya diisi dengan paparan materi visi, misi dan nilai dan tujuan bersama sebuah komunitas belajar yang dipaparkan oleh ketua komunitas belajar Spentirat sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Ratahan Ibu Sherly C.Waas, S.Pd, M.M. Beliau menyampaikan bahwasannya semubuah komunitas harus memiliki visi, misi, nilai dan tujuan bersama serta dibangung berdasarkan 4 pilar PLC (Profesional Learning Community). Paparan berikutnya dibawakan oleh Komite Pembelejaran Sekolah Penggerak SMP Negeri 3 Ratahan sekaligus penggerak inti komunitas belajar Spentirat yaitu Bapak Chrisvil Mawuntu, S.Teol tentang tahapan dan tata cara mendaftarkan sebuah komunitas pada Platform Merdeka Mengajar. Yang akhirnya kegiatan ini lanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para audiens dan narasumber yang dibimbing oleh Moderator Ibu Ika Defiyanti, S.Pd. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari beberapa guru, banyak yang tertarik untuk membangun sebuah komunitas yang solid dan kolaboratif. 

                                                     Gambar 3. Kegiatan berlangsung webinar

Diharapkan dengan adanya webinar ini akan ada perubahan positif dari kompetensi para pendidik kita di era menyongsong kurikulum merdeka dimana seorang guru dituntut sebagai agen perubahan dan guru penggerak perubahan yang kearah lebih baik dan berguna bagi peserta didik kita.

#PlatformMerdekaMengajar
#KombelSpentirat
#KomunitasBelajar
#DinasPendidikanMinahasaTenggara


Ku Petik Bintang di Platform Merdeka Mengajar

 

Sahabat guru, pernahkah kalian mendengar istilah Pelatihan Mandiri di Platform MerdekaMengajar?

Tentunya sudah ya?

Seperti yang kita ketahui Platform Merdeka Mengajar merupakan web atau aplikasi yang dibangun untuk menunjang Implementasi Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka. Aplikasi ini juga tersedia bagi penggerak Bapak Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang ingin belajar, mengajar dan berkarya. Aplikasi yang bersifat fleksibel dan dinamis karena mudah dipelajari dan memiliki banyak fitur bermanfaat bagi para pendidik sebagai referensi.


                                             Gambar. 1. Tampilan Topik Pelatihan Mandiri


Pada platform merdeka mengajar terdapat menu salah satunya fitur “Pelatihan Mandiri”. Fitur ini berisi tentang beberapa topik pelatihan bagi para Guru dan Kepala sekolah tentang Implementasi Kurikulum Merdeka.Melalui fitur Pelatihan Mandiri, Para pendidik dan tenaga kependidikan bisa belajar dan melakukan aksi nyata di beberapa topik pelatihan yang tersedia.


Unsur penunjang Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar antara lain :

  1. Terdapat modul dalam bentuk Video yang mudah dipahami dan dipejari;
  2. Melakukan aksi nyata dengan disertai referensi;
  3. Jika lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan bintang.

Adapun keunggulan dari fitur Pelatihan Mandiri antara lain :

  1. Materi yang dirancang oleh para ahli dan disediakan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari;
  2. Materi yang dirancang sangat singkat, namun mudah dipahami oleh para guru;
  3. Terdapat latihan pemahaman dan post test sebagai pengukuran tingkat pemahaman kita
                                                

                                                    Gambar. 2. Tampilan profil hasil Pelatihan Mandiri

Paling menarik dari fitur ini adalah reward yang ditawarkan berupa sertifikat dan bintang yang diperoleh jika lulus dalam pelatihan ini. Sehingga membuat para pendidik lebih terpacu untuk semangat belajar tentang Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar. Selain itu, fitur Pelatihan Mandiri ini dapat diakses pengajar kapan saja dan dimana saja sehingga pengajar mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Semoga dengan memanfaatkan fitur Pelatihan Mandiri  memperluas pengetahuan serta wawasan para guru dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar sehingga implementasi Kurikulum Merdeka dapat terlaksana dengan baik sesuai target yang diharapkan pemerintah. 

Ayo Sahabat jangan pernah berhenti belajar karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran.

 

#PlatformMerdekaMengajar

#Kemdikbudristek

#KurikulumMerdeka

#PMM


Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Antar Sekolah

 

Gambar. Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar

Sebuah satuan pendidikan akan lebih maju selangkah jika memiliki komunitas praktisi yang solid dan kompak. Komunitas praktisi di satuan pendidikan pastinya komunitas belajar para guru atau tenaga kependidikan itu sendiri. Dimana kita ketahui guru bagaikan tiang penyangga utama kemajuan pendidikan di masing-masing satuan. Dalam komunitas belajar menjadi wadah bagi para guru untuk belajar, berbagi praktik baik dan berkolaborasi mengeksplor kreativitas yang dimilikili masing-masing guru. Ada banyak aktivitas komunitas belajar sekolah antara lain diskusi, refleksi dan kolaborasi sesama guru untuk menciptakan karya yang dapat memperkaya pengetahuan dan ketrampilan yang mengarah pada pendidikan kualitas pembelajaran peserta didik.

Bagaimana membentuk komunitas praktisi di sekolah?

Ada beberapa tahapan pembentukan komunitas belajar guru di sekolah pada umunya, antara lain;

1.         Tahap merintis.

Langkah awal yang dapat dilakukan pada tahapan merintis adalah membuat ide atau gagasan. Biasanya hal ini muncul saat adanya diskusi antar guru disekolah yang mengalami keresahan dan masalah yang terjadi di sekolah. Artinya disini terjadi percakapan yang bermakna. Di tahap awal ini akhirnya terjadi pembekuan ide yang abstrak secara bersama dalam wujud komunitas dengan memulai diskusi memetakan masalah dan rencana solusi yang bisa dilakukan bersama. Yang akhirnya komunitas praktis tersebut bisa menjadi wadah tempat belajar, berdiskusi dan mengembangkan praktik baik.

2.       Tahap menumbuhkan. 

     Pada tahapan ini komunitas belajar dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik secara luas. Hal ini bisa dilakukan dengan menyelenggarakan pertemuan rutin, membagi praktik baik sesame anggota komunitas belajar, membuat dokumentasi baik audio visual ataupun berupa tulisan. Berbagi baik tentang manfaat dalam kegiatan komunitas yang dilakukan.

3.        Tahap merawat keberlanjutan. 

     Pada tahapan ini untuk memastikan proses baik yang sudah berjalan di dalam komunitas belajar yang akan terus berdampak positif bagi anggota komunitas dan peserta didik khususnya. Tahap berkelanjutan ini yang bisa dilakukan dengan mengembangkan anggota menjadi penggerak komunitas praktisi, bermitra atau kerja sama dengan pihak terkait dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi peserta didik di sekolah. Tahapan ini meruapakan tahapan yang lebih berat dibanding tahapan awal. Karena membentuk itu mudah namun mempertahakan sebuah komunitas yang konsisten itu pekerjaan rumah komunitas yang berat.


Melalui komunitas belajar guru di satuan pendidikan diharapakan ketimpangan kompetensi antar pendidik dapat diminimalisir, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar sesuai kebutuhan peserta didik saat ini. Oleh karena itu Kemendikbudristek, melalui Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara mengadakan Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Sekolah yang pada 24 s.d 26 Oktober 2023 di Luwansa Hotel and Convention Center Manado. Kegiatan ini di hadiri beberapa sekolah di Sulawesi Utara dari 4 jenjang pendidikan. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh banyak para guru yang tergabung dalam beberapa komunitas belajar sekolah. Adapun kegiatan dalam pekan bukti karya ini yaitu mengimbaskan praktik baik yang dimiliki komunitas belajar tersebut, menunjukan bukti karya yang dihasilkan oleh komunitas belajar, prestasi yang pernah diraih oleh komunitas belajar baik secara kelompok maupun personal. Kegiatan yang sangat menarik dan responsif untuk para guru agar tergerak untuk melakukan perbaikan baik dalam hal pengembangan diri maupun kemajuan pendidikan di satuan pendidikan. Paling menarik pada kegiatan pekan bukti karya penulis dapat bertemu, berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan para Sahabat Teknologi Sulawesi Utara, Duta Teknologi Sulawesi Utara, Guru-Guru Inspiratif pemenang Nobel serta prestasi lainnya. 

#KomunitasBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiSulawesiUtara

Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS

                                        Gambar. Kegiatan pembelajaran game based learning


Pengaruh teknologi terkadang berdampak negatif membuat peserta didik malas untuk belajar di Sekolah. Kejenuhan dan tidak adanya semangat disaat pembelajaran terlebih saat jam-jam siang membuat peserta didik malas untuk belajar. Sebagai pendidik kita harus lebih cermat dan peka terhadap kebutuhan proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman sekarang. Melalui motode pembelajaran game based learning diharapkan akan tercipta pembelajaran yang interaktif, ekploratif dan mengembangkan kreatifitas peserta didik sehingga terbangun pembelajaran yang bermakna. Adapun sintak pembelajaran game based learning yang diterapkan dalam proses pembelajaran antara lain :

  1. Penentuan karakteristik peserta didik & materi;
  2. Penelitian tentang game yang akan digunakan;
  3. Pembuatan konten dan aktivitas pembelajaran.

Sedangkan urutan kegiatan game based learning yang cenderung Ibu Ika Defiyanti praktikan :

  1. Pembuka : cek kesiapan, berdoa, kehadiran, lagu kebangsaan (tebak pahlawan), apersepsi, tujuan, model dan metode pembelajaran.
  2. Inti : Menyimak paparan materi dalam bentuk Video Pembelajaran/MPI/presentasi dan menjelaskan konsep game yang akan dimainkan.
  3. Penutup : refleksi (presentasi acak menggunakan wheell of names atau stick card post it)

Metode game based learning yang Ibu Ika terapkan adalah pemanfaatan video pembelajaran, quizizz, wordwall dan wheell of names. Setelah metode pembelajaran ini diterapkan dengan memanfaatkan chromebook dan internet yang ada, peserta didik sangat bersemangat dalam pembelajaran. Mereka menganggap game pembelajaran yang mereka gunakan sebagai game pada umumnya yang mereka gunakan setiap hari. Diakui untuk metode game based learning tetap memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelemahan dan kelebihan metode game based learning antara lain :

1.       Kelebihan

  1.         Lebih interaktif dan menyenangkan
  2.         Memecahkan masalah dengan cara yang menarik
  3.         Melibatkan kemampuan kognitif dan fisik peserta didik

2.       Kelemahan :

  1. Pengelolaan kelas yang pasti kurang kondusif
  2. Memakan waktu yang lama
  3. Membutuhkan alat/media

Respon dari pembelajaran ini umumnya peserta sangat tertarik dan antusias. Diharapkan dengan metode game based learning peserta didik menajdi lebih bersemangat dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Merdeka belajar, merdeka belajarnya.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

CGP (Budaya Positif) Versus PembaTIK (Inovasi Pembelajaran)

Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menyebarkan informasi program Merdeka Belajar. Melalui kolaborasi, informasi dapat tersampaikan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat sehingga perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia dapat terwujud. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk  Suryani mengatakan kebijakan Merdeka Belajar yang telah dikeluarkan Kemendikbudristek mendapat respon baik bagi masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun cerita praktik baik. Maka dari itu Komunitas Belajar Spentirat yang anggotanya sedang aktif dalam beberapa program Kemendikbudristek seperti ajang PembaTIK 2023 dan Program Calon Guru Penggerak melakukan kolaborasi berbagi praktik baik dalam Komunitas Belajar.

                                 Gambar. Kegiatan Komunitas Belajar Spentirat

Pada tanggal 20 Oktober 2023, Marlina Maringka, M.Pd salah seorang peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 8 melakukan diseminasi tentang "Budaya Positif" di Sekolah. Kegiatan berikutnya diseminasi "Berbagi Praktik Baik dalam Merumuskan Pemahaman Bermakna Metode Pembelajaran Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS Terpadu" yang dibawakan oleh Ika Defiyanti, S.Pd sebagai peserta PembaTIK Level 4 pada tahap berbagi dan berkolaborasi. Kegiatan ini dihadiri 10 anggota komunitas belajar Spentirat dan diadakan di SMP Negeri 3 Ratahan.

Pada pemahaman bermakna metode pembelajaran Game Based Learning Ibu Ika lebih menekankan paha proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman now. Pemanfaatan Quizizz, Word Wall dan Wheel Of Names sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan diterima baik responnya oleh peserta didik. Mereka cenderung lebih tertarik, interaktif dan kreatif dalam pembelajaran. Hasil refleksi peserta didik lebih betah belajar memanfaatkan teknologi dibanding belajar dengan whiteboard atau konvensional.

Dikarena kedua tema diseminasi berkaitan erat sehingga terjadi sesi diskusi di komunitas terlebih saat pemahaman segitiga restitusi dalam budaya positif dan restitusi yang terjadi saat pembelajaran Game Based Learning di terapkan agar pembelajaran game berjalan stabil tidak kesalahan. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta komunitas belajar lainnya. Mereka ingin menerapkan salah satu game yakni Quizizz. Diharapkan dengan adanya berbagi praktik baik dalam komunitas belajar dapat meningkatkan kompetensi para guru di satuan pendidikan. Lakukan dari lingkungan terkecil terlebih dahulu jika sudah menghasilkan hasil belajar yang diinginkan berbagi dan berkolaborasilah bersama-sama pendidik lainnya diluar komunitas.

“Mari belajar dan bergerak bersama, menyukseskan setiap kebijakan dan episode Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek yang tentunya bertujuan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Non Timpal, S.Pd (sebagai Koordinator Komnutas Belajar Spentirat). 

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s

#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 

Bukan "Baku Lawank Pande" tapi "Baku Beking Pande" Sulawesi Utara

                                                    Flayer. Webinar Inovasi Pembelajaran

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa program PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi pendidik dalam kegiatan belajar, mengajar dan berkarya untuk mendukung terciptanya inovasi pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui pemanfaatan platform teknologi. Maka beruntunglah bagi para peserta pembaTIK tahun 2023 yang lolos pada level 4 tahap berbagi dan berkolaborasi. Mengapa demikian? Karena dari sebanyak total 29.539 guru yang mendaftar tersaring 30 besar di masing-masing provinsi yang dapat berbagi dan berkolaborasi. 

                                         Gambar 1. Kegiatan Webinar Sinkronus Sesi 2 Grup 2

PembaTIK sendiri terdapat 4 level yang setiap level ada kuliah umumnya untuk mempelajari modul, membuat tugas dan mengikuti ujian secara daring. Hingga pada tahap akhir di PembaTIK level 4 yang merupakan level berbagi dan berkolaborasi untuk diseminasi berbagi praktik baik inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan platform teknologi yang pernah dilakukan oleh para Sahabat Duta Teknologi (Sebutan bagi peserta pembaTIK yang lolos 30 besar).

Pada tanggal 17 s.d 21 para sahabat duta teknologi dari provinsi Sulawesi Utara melakukan Webinar secara sinkronus melalui komunitas belajar PembaTIK Sulawesi Utara yang ada diPlatform Merdeka Mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dan setiap harinya terdapat dua sesi. Pada webinar sesi 2 sinkronus yang di promotori Duta Teknologi Sulawesi Utara tahun 2021 yaitu Bapak Riva Rori dan tiga Sahabat Duta Teknologi yang selaku narasumber yaitu Bapak Eyldi Elyadi Husein Tangahu (Bolaang Mongondow Selatan), Ika Defiyanti (Minahasa Tenggara) dan Dedy Daniel Misade (Sangihe).

                                Gambar 2. Paparan Praktik Baik Webinar Sinkronus Sesi 2 Grup 2

Kegiatan berbagi praktik baik yang dibawakan oleh ketiga narasumber sebagai berikut :

  1. Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi (Canva dan Kahoot) oleh Bapak Eyldi Elyadi Husein Tangahu.
  2. Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi MPI oleh Bapak Dedy Daniel Misade.
  3. Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran IPS melalui Metode Game Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi (Quizizz, Wordwall, QR Barcode, Kahoot, Wheell of Names) oleh Ibu Ika Defiyanti.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam dari pukul 18.00-20.00 WITA dihadiri 49 peserta dari beberapa daerah dan mendapat respon positif dari para peserta hingga 5 pertanyaan yang diajukan. Lagi-lagi pertanyaan tentang kuota dan jaringan internet yang menjadi tema setiap pertanyaan. Sehingga para narasumber harus dengan bijak dan cermat untuk memberikan pencerahan yang dapat diterima. Setidaknya jika kita tidak bisa memanfaatkan platform teknologinya minimal kita bisa mengambil strategi inovasi pembelajarannya baik dari model, metode atau gaya belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik kita di era milenial saat ini.

Ternyata dengan berbagi dan berkolaborasi antar sahabat duta teknologi ini sangat bermanfaat dan mendapatkan hal baru baik informasi, strategi dan pemanfaatan platform yang bisa digunakan saat ini. Seperti halnya web tools dan aplikasi Canva yang cenderung banyak diminati peserta didik kita dalam proses pembelajaran saat ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini bukan hanya habis pada tugas pembaTIK level 4 saja melainkan bisa dilanjutkan pada kegiatan di satuan pendidikan masing-masing atau komunitas belajar. Melalui ajang pembaTIK ini kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 


In House Training PKP (Sekolah Penggerak) Literasi Digital

                                                 Gambar 2. IHT PKP Literasi Digitalisasi

Chromebook dan akun belajar.id merupakan salah satu program kemendikbudristek dalam pengembangan kompetensi pemanfaatan media teknologi pada pendidik dan peserta didik. Melalui PKP Sekolah Penggerak SMP Negeri 3 Ratahan mengadakan In House Training yang berkaitan dengan literasi digitaliasi pemanfaataan chromebook dan akun belajar.id yang berlangsung selama 3 hari dari 9 s.d 11 Oktober. Adapun yang menjadi Narasumber adalah Yudita Hosang, S.Pd (SMP Negeri 2 Ratahan), Ika Defiyanti, S.Pd (IP SMP N 3 Ratahan) dan Chrisvil Mawuntu, S.Teol (IP SMP N 3 Ratahan). Kegiatan ini pun di hadiri studi tiru dari SMP N 2 Ratahan ke SMP N 3 Ratahan dalam kolaborasi peningkatan kualitas komunitas belajar guru. Materi yang dibawakan sebagai berikut

  1. Materi pemanfaatan chromebook oleh Yudita Hosang, S.Pd;
  2. Berbagi praktik baik pemanfaatan video pembelajaran dan canva pada peserta didik oleh Ika Defiyanti, S.Pd;
  3. Berbagi praktik baik pemanfaatan google chat dan canva pada peserta didik oleh Chrisvil Mawuntu, S.Teol.

Kegiatan yang di hadiri para guru dari dua sekolah yang terbentuk dalam sebuah komunitas belajar dan beberapa peserta didik di hari terkahir sebagai uji kelayakan praktik baik yang dilakukan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para guru kedua sekolah karena dengan berbagi dan berkolaborasi para guru saling mendapatkan informasi dan pembelajaran terbaru baik dari strategi pembelajaran, kinerja komunitas belajar dan praktik baik yang telah dilakukan masing-masing sekolah.

                                        Gambar 2. Ibu Ika berbagi praktik baik tentang Canva

Saya sangat senang belajar menggunaka chromebook...!tutur kata dari Dylan Sumangando salah seorang peseerta didik yang ikut andil partisipasi sebagai peserta dalam kegiatan In House Training. Dia sangat senang saat mendapatkan akun belajar.id yang ternyata memiliki banyak kelebihan seperti dalam penyimpanan data di drive yang hampir unlimited (tanpa batas) sehingga dia tidak harus membeli memory card, ungkapnya.

Diharapkan dengan kegiatan pelatihan literasi dgital ini dapat bermanfaat bagi para pendidik dan peserta didik. Tujuan dari pemanfaatan chromebook, akun belaja.id dan berbagi praktik baik inovasi pembelajaran ini adalah meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan dan meningkatkan konektivitas antar layanan pembelajaran.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 

"BERSENANG-SENANG" BERSAMA KOMUNITAS BELAJAR

Seperti yang kita ketahui dimana progam sekolah penggerak salah satunya mampu menggerakan komunitas praktisi para pendidik. Program sekolah penggerak dan komunitas penggerak adalah bagian dari strategi Merdeka Belajar yang memiliki pendekatan berbeda untuk tujuan yang sama, yang berfokus pada pembelajaran dan pengembangan hasil belajar siswa. Mendapatkan kesempatan diundang oleh Kemendikbudristek dalam rangka Training of Trainer sebagai Fasilitator Komunitas Belajar merupakan suatu penghargaan dan penghormatan tersendiri bagi seorang guru. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung dari 6 s.d 8 Oktober 2023 di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat.

Gambar. Kegiatan ToT Fasilitator Komunitas Belajar


Acara ini dihadiri oleh 52 orang guru yang telah melewati tahapan seleksi Fasilitator Komunitas Guru oleh Tim Kemendikbudristek yang berasal dari masing - masing daerah di Indonesia (Jawa, Sumatera, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku). Agenda acara ToT Fasilitator Komunitas Guru ini diawali dengan sambutan dari Plt. Kepala Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, dan arahan dari Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani.  Training of Trainer (ToT) Fasilitator Komunitas Guru dalam rangka membekali  Bapak dan Ibu guru untuk terus berdaya sehingga menghasilkan karya yang berkualitas, sesuai dengan konten dan konteks belajar murid dalam rangka sosialisasi kebijakan.

Adapun materi-materi yang diberikan sebagai berikut :
1. Simulasi pembentukan komunitas belajar.
2. Kurikulum Merdeka
3. Pemanfaatn Platform Merdeka Mengajar
4. Pentingnya Sekolah Sehat
5. Pembentukan TPPK Anti Kekerasan di Satuan Pendidikan

Sebagai salah satu peserta ToT, Ika Defiyanti menjelaskan bahwa setelah mengkuti kegiatan ToT ini akan ada peningkatan kompetensi para pendidik dan sasaran utama peserta didik. Melalui berbagi praktik baik dan berkolaborasi tentang pengetahuan dunia pendidikan terlebih kurikulum merdeka diharapkan akan ada umpan balik sebuah perubahan pendidikan yang lebih baik lagi. Komunitas belajar diyakini mampu menjadi tangan panjang tujuan pendidikan saat ini. Bergerak, Tergerak dan Menggerak maju terus komunitas belajar guru Indonesia.


#PembaTIK2023

#KomunitasBelajar

#Kemdikbudristek

Referensi :

https://bbpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/detailpost/peningkatan-kapasitas-guru-melalui-training-of-trainer-tot-fasilitator-komunitas

Literasi Digital Sastra Lisan Maengket

Di zaman milineal sekarang ini, kecenderungan membudidayakan bahasa daerah sangatlah kurang. Generasi muda lebih bereksplor dalam bahasa asing seperti bahasa korea, jepang, inggris dan mandarin. Mengapa demikian? Hal ini tentunya karena pengaruh budaya asing tersebut dalam pemanfaatan teknologi digital seperti film drama korea dan kip pop yang masih merajalela. Pertanyaannya apakah ini salah? Tentu saja tidak, tetapi lebih baiknya hal ini diseimbangkan untuk anak didik kita mengenal budaya daerah masing-masing dari mulai foklor, bahasa daerah, kesenian dan lainnya. Karena mencintai produk dalam negeri merupakan visi salah satu negara kita. Jangan sampai kita bisa menguasai budaya asing namun kita tidak mengenal budaya daerah masing-masing.

Gambar. Maengket dalam Festival Benlak

Dinas pendidikan kabupaten Minahasa Tenggara dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara dengan  programnya tentang pengembangan literasi digital melalui sastra lisan maengket. Maengket merupakan suatu tarian khas kabupaten Minahasa yang umumnya digunakan masyarakat jama dulu sebagai ucapan syukur atas hasil panen, pindah rumah dan kisah percintaan. Tarian ini dimainkan lebih dari 12 orang dengan menari dan menyanyikan lagu daerah menggunakan bahasa pasan, punosakan atau tonsawang. Kegiatan ini diadakan dua kali pada 13-15 Agustus 2023 dan pada festival Bentenan Lakban 21-25 September 2023 di Tombatu, Minahasa Tenggara.

Kedua kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari Bupati Minahasa Tenggara yang diwakilkan oleh Bapak Wakil Bupati Jesaja Jocke Legi dalam sambutannya. Bahkan banyak peserta dari beberapa sekolah yang mengikuti ajang lomba tarian maengket ini dengan banyak variasi. Mayarakat Minahasa Tenggara pun apresiatif terhadap kegiatan ini. Melestarikan budaya yang hampir punah merupakan tugas dari anak bangsa kita sebagai generasi penerus bangsa.

SMP Negeri 3 Ratahan telah meraih juara ke 2 dan 1 pada kedua festival sastra lisan maengket yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Prestasi yang sangat luar biasa, bagi SMP Negeri 3 Ratahan dapat ikut berpartisipasi aktif dalam melestarikan budaya daerah. Semoga keberhasilkan ini bisa dijadikan motivasi bagi generasi berikutnya.

Referensi : https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/458133

#Kemdikbudristek

#LiterasiDigital

#SastraLisanMaengket

#CerdasBerkarakter

#MerdekaSetaraBeragam

 #PlatfromMerdekaMengajar

#BuktiKarya