Lokakarya Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurmer dan Praktik Balik PM serta Ekin di PMM

Sebagai Narasumber berbagi praktik baik pelatihan mandiri uji validasi di PMM.

Lomba Video Publikasi Sastra Bahasa Daerah

Sebagai narasumber pembuatan konten video publikasi.

ToT Fasilitator Komunitas Belajar

Sebagai Peserta ToT Fasilitator Kombel Penyelenggara Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat Kemdikbudristek di Jakarta.

Kegiatan MGMP IPS Berbagi Praktik Baik

Sebagai moderator kegiatan berbagi Praktik Baik Komunitas Belajar MGMP IPS di Manado Tateli Beach Resort.

Kegiatan Pengembangan Aplikasi Si Laju JS

Sebagai tim pengembang konten video pembelajaran.

Pages

Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Antar Sekolah

 

Gambar. Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar

Sebuah satuan pendidikan akan lebih maju selangkah jika memiliki komunitas praktisi yang solid dan kompak. Komunitas praktisi di satuan pendidikan pastinya komunitas belajar para guru atau tenaga kependidikan itu sendiri. Dimana kita ketahui guru bagaikan tiang penyangga utama kemajuan pendidikan di masing-masing satuan. Dalam komunitas belajar menjadi wadah bagi para guru untuk belajar, berbagi praktik baik dan berkolaborasi mengeksplor kreativitas yang dimilikili masing-masing guru. Ada banyak aktivitas komunitas belajar sekolah antara lain diskusi, refleksi dan kolaborasi sesama guru untuk menciptakan karya yang dapat memperkaya pengetahuan dan ketrampilan yang mengarah pada pendidikan kualitas pembelajaran peserta didik.

Bagaimana membentuk komunitas praktisi di sekolah?

Ada beberapa tahapan pembentukan komunitas belajar guru di sekolah pada umunya, antara lain;

1.         Tahap merintis.

Langkah awal yang dapat dilakukan pada tahapan merintis adalah membuat ide atau gagasan. Biasanya hal ini muncul saat adanya diskusi antar guru disekolah yang mengalami keresahan dan masalah yang terjadi di sekolah. Artinya disini terjadi percakapan yang bermakna. Di tahap awal ini akhirnya terjadi pembekuan ide yang abstrak secara bersama dalam wujud komunitas dengan memulai diskusi memetakan masalah dan rencana solusi yang bisa dilakukan bersama. Yang akhirnya komunitas praktis tersebut bisa menjadi wadah tempat belajar, berdiskusi dan mengembangkan praktik baik.

2.       Tahap menumbuhkan. 

     Pada tahapan ini komunitas belajar dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik secara luas. Hal ini bisa dilakukan dengan menyelenggarakan pertemuan rutin, membagi praktik baik sesame anggota komunitas belajar, membuat dokumentasi baik audio visual ataupun berupa tulisan. Berbagi baik tentang manfaat dalam kegiatan komunitas yang dilakukan.

3.        Tahap merawat keberlanjutan. 

     Pada tahapan ini untuk memastikan proses baik yang sudah berjalan di dalam komunitas belajar yang akan terus berdampak positif bagi anggota komunitas dan peserta didik khususnya. Tahap berkelanjutan ini yang bisa dilakukan dengan mengembangkan anggota menjadi penggerak komunitas praktisi, bermitra atau kerja sama dengan pihak terkait dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi peserta didik di sekolah. Tahapan ini meruapakan tahapan yang lebih berat dibanding tahapan awal. Karena membentuk itu mudah namun mempertahakan sebuah komunitas yang konsisten itu pekerjaan rumah komunitas yang berat.


Melalui komunitas belajar guru di satuan pendidikan diharapakan ketimpangan kompetensi antar pendidik dapat diminimalisir, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar sesuai kebutuhan peserta didik saat ini. Oleh karena itu Kemendikbudristek, melalui Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara mengadakan Pekan Bukti Karya Komunitas Belajar Sekolah yang pada 24 s.d 26 Oktober 2023 di Luwansa Hotel and Convention Center Manado. Kegiatan ini di hadiri beberapa sekolah di Sulawesi Utara dari 4 jenjang pendidikan. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh banyak para guru yang tergabung dalam beberapa komunitas belajar sekolah. Adapun kegiatan dalam pekan bukti karya ini yaitu mengimbaskan praktik baik yang dimiliki komunitas belajar tersebut, menunjukan bukti karya yang dihasilkan oleh komunitas belajar, prestasi yang pernah diraih oleh komunitas belajar baik secara kelompok maupun personal. Kegiatan yang sangat menarik dan responsif untuk para guru agar tergerak untuk melakukan perbaikan baik dalam hal pengembangan diri maupun kemajuan pendidikan di satuan pendidikan. Paling menarik pada kegiatan pekan bukti karya penulis dapat bertemu, berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan para Sahabat Teknologi Sulawesi Utara, Duta Teknologi Sulawesi Utara, Guru-Guru Inspiratif pemenang Nobel serta prestasi lainnya. 

#KomunitasBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiSulawesiUtara

Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS

                                        Gambar. Kegiatan pembelajaran game based learning


Pengaruh teknologi terkadang berdampak negatif membuat peserta didik malas untuk belajar di Sekolah. Kejenuhan dan tidak adanya semangat disaat pembelajaran terlebih saat jam-jam siang membuat peserta didik malas untuk belajar. Sebagai pendidik kita harus lebih cermat dan peka terhadap kebutuhan proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman sekarang. Melalui motode pembelajaran game based learning diharapkan akan tercipta pembelajaran yang interaktif, ekploratif dan mengembangkan kreatifitas peserta didik sehingga terbangun pembelajaran yang bermakna. Adapun sintak pembelajaran game based learning yang diterapkan dalam proses pembelajaran antara lain :

  1. Penentuan karakteristik peserta didik & materi;
  2. Penelitian tentang game yang akan digunakan;
  3. Pembuatan konten dan aktivitas pembelajaran.

Sedangkan urutan kegiatan game based learning yang cenderung Ibu Ika Defiyanti praktikan :

  1. Pembuka : cek kesiapan, berdoa, kehadiran, lagu kebangsaan (tebak pahlawan), apersepsi, tujuan, model dan metode pembelajaran.
  2. Inti : Menyimak paparan materi dalam bentuk Video Pembelajaran/MPI/presentasi dan menjelaskan konsep game yang akan dimainkan.
  3. Penutup : refleksi (presentasi acak menggunakan wheell of names atau stick card post it)

Metode game based learning yang Ibu Ika terapkan adalah pemanfaatan video pembelajaran, quizizz, wordwall dan wheell of names. Setelah metode pembelajaran ini diterapkan dengan memanfaatkan chromebook dan internet yang ada, peserta didik sangat bersemangat dalam pembelajaran. Mereka menganggap game pembelajaran yang mereka gunakan sebagai game pada umumnya yang mereka gunakan setiap hari. Diakui untuk metode game based learning tetap memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelemahan dan kelebihan metode game based learning antara lain :

1.       Kelebihan

  1.         Lebih interaktif dan menyenangkan
  2.         Memecahkan masalah dengan cara yang menarik
  3.         Melibatkan kemampuan kognitif dan fisik peserta didik

2.       Kelemahan :

  1. Pengelolaan kelas yang pasti kurang kondusif
  2. Memakan waktu yang lama
  3. Membutuhkan alat/media

Respon dari pembelajaran ini umumnya peserta sangat tertarik dan antusias. Diharapkan dengan metode game based learning peserta didik menajdi lebih bersemangat dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Merdeka belajar, merdeka belajarnya.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

Wordwall Road Show di MGMP IPS Minahasa Tenggara

Wordwall merupakan salah satu website tools yang menyediakan menu sebagai media pembelajaran atau sumber belajar. Wordwall merupakan media interaktif yang menyediakan template seperti kuis, menjodohkan, memasangkan pasangan, anagram, acak kata dan teka teki silang. Game edukasi Wordwall sebagai solusi mengatasi kejenuhan dalam proses pembelajaran.


                             Gambar 1. Kegiatan MGMP IPS di SMP N 2 Belang

Melalui metode game based learning memanfaatkan Wordwall, peserta didik pasti akan lebih aktif dan kreatif. Dalam kegiatan MGMP IPS yang diadakan di SMP Negeri 2 Belang ini guru-guru sangat antusias mengingat untuk materi pembelajaran IPS sangat cocok untuk memanfaatkan Wordwall. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis dan dihadiri sebanyak 39 guru IPS se kabupaten Minahasa Tenggara. Namun bagi sekolah yang tidak memiliki akses jaringan memadai dan chromebook atau gaway  yang terbatas akan sangat susah diterapkan.

Mengingat metode pembelajaran permainan  ini memerlukan akses internet yang memadai. Namun Bapak/Ibu guru tidak perlu khawatir, dengan menugaskan para peserta didik mengerjakan diluar jam pelajaran mungkin maish bisa dilakukan. Karena game ini sangat mudah dipelajari dibanding game PubG yang anak-anak lebih kuasai. Kelebihan lain dari Wordwall jika digunakan untuk sekolah yang tidak memiliki jaringan bisa di unduh dan dicetak pada kertas.

Dalam kegiatan ini Bapak dan Ibu guru banyak yang memberikan refleksi dalam stick card yang ditempelkan pada dinding. Hasil refleksi kegiatan ini banyak yang menyukai game ini namun untuk penerapan metode pembelajaran akan dicoba dulu pada mata pelajaran tertentu dan di kelas tinggi seperti peserta didik kelas 8 dan 9 yang sudah lebih paham.

Belajar dengan diselingi atau menggunakan game apalagi gamenya mudah dmainkan, sangat seru dan dapat membantu mempermudah mengingat materi pasti banyak direspon peserta didik. Dipercaya game edukasi dapat merangsang pikiran dan kreativitas anak.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 


CGP (Budaya Positif) Versus PembaTIK (Inovasi Pembelajaran)

Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menyebarkan informasi program Merdeka Belajar. Melalui kolaborasi, informasi dapat tersampaikan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat sehingga perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia dapat terwujud. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk  Suryani mengatakan kebijakan Merdeka Belajar yang telah dikeluarkan Kemendikbudristek mendapat respon baik bagi masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun cerita praktik baik. Maka dari itu Komunitas Belajar Spentirat yang anggotanya sedang aktif dalam beberapa program Kemendikbudristek seperti ajang PembaTIK 2023 dan Program Calon Guru Penggerak melakukan kolaborasi berbagi praktik baik dalam Komunitas Belajar.

                                 Gambar. Kegiatan Komunitas Belajar Spentirat

Pada tanggal 20 Oktober 2023, Marlina Maringka, M.Pd salah seorang peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 8 melakukan diseminasi tentang "Budaya Positif" di Sekolah. Kegiatan berikutnya diseminasi "Berbagi Praktik Baik dalam Merumuskan Pemahaman Bermakna Metode Pembelajaran Game Based Learning pada Mata Pelajaran IPS Terpadu" yang dibawakan oleh Ika Defiyanti, S.Pd sebagai peserta PembaTIK Level 4 pada tahap berbagi dan berkolaborasi. Kegiatan ini dihadiri 10 anggota komunitas belajar Spentirat dan diadakan di SMP Negeri 3 Ratahan.

Pada pemahaman bermakna metode pembelajaran Game Based Learning Ibu Ika lebih menekankan paha proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik jaman now. Pemanfaatan Quizizz, Word Wall dan Wheel Of Names sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan diterima baik responnya oleh peserta didik. Mereka cenderung lebih tertarik, interaktif dan kreatif dalam pembelajaran. Hasil refleksi peserta didik lebih betah belajar memanfaatkan teknologi dibanding belajar dengan whiteboard atau konvensional.

Dikarena kedua tema diseminasi berkaitan erat sehingga terjadi sesi diskusi di komunitas terlebih saat pemahaman segitiga restitusi dalam budaya positif dan restitusi yang terjadi saat pembelajaran Game Based Learning di terapkan agar pembelajaran game berjalan stabil tidak kesalahan. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta komunitas belajar lainnya. Mereka ingin menerapkan salah satu game yakni Quizizz. Diharapkan dengan adanya berbagi praktik baik dalam komunitas belajar dapat meningkatkan kompetensi para guru di satuan pendidikan. Lakukan dari lingkungan terkecil terlebih dahulu jika sudah menghasilkan hasil belajar yang diinginkan berbagi dan berkolaborasilah bersama-sama pendidik lainnya diluar komunitas.

“Mari belajar dan bergerak bersama, menyukseskan setiap kebijakan dan episode Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek yang tentunya bertujuan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Non Timpal, S.Pd (sebagai Koordinator Komnutas Belajar Spentirat). 

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s

#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 

Bukan "Baku Lawank Pande" tapi "Baku Beking Pande" Sulawesi Utara

                                                    Flayer. Webinar Inovasi Pembelajaran

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa program PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi pendidik dalam kegiatan belajar, mengajar dan berkarya untuk mendukung terciptanya inovasi pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui pemanfaatan platform teknologi. Maka beruntunglah bagi para peserta pembaTIK tahun 2023 yang lolos pada level 4 tahap berbagi dan berkolaborasi. Mengapa demikian? Karena dari sebanyak total 29.539 guru yang mendaftar tersaring 30 besar di masing-masing provinsi yang dapat berbagi dan berkolaborasi. 

                                         Gambar 1. Kegiatan Webinar Sinkronus Sesi 2 Grup 2

PembaTIK sendiri terdapat 4 level yang setiap level ada kuliah umumnya untuk mempelajari modul, membuat tugas dan mengikuti ujian secara daring. Hingga pada tahap akhir di PembaTIK level 4 yang merupakan level berbagi dan berkolaborasi untuk diseminasi berbagi praktik baik inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan platform teknologi yang pernah dilakukan oleh para Sahabat Duta Teknologi (Sebutan bagi peserta pembaTIK yang lolos 30 besar).

Pada tanggal 17 s.d 21 para sahabat duta teknologi dari provinsi Sulawesi Utara melakukan Webinar secara sinkronus melalui komunitas belajar PembaTIK Sulawesi Utara yang ada diPlatform Merdeka Mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dan setiap harinya terdapat dua sesi. Pada webinar sesi 2 sinkronus yang di promotori Duta Teknologi Sulawesi Utara tahun 2021 yaitu Bapak Riva Rori dan tiga Sahabat Duta Teknologi yang selaku narasumber yaitu Bapak Eyldi Elyadi Husein Tangahu (Bolaang Mongondow Selatan), Ika Defiyanti (Minahasa Tenggara) dan Dedy Daniel Misade (Sangihe).

                                Gambar 2. Paparan Praktik Baik Webinar Sinkronus Sesi 2 Grup 2

Kegiatan berbagi praktik baik yang dibawakan oleh ketiga narasumber sebagai berikut :

  1. Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi (Canva dan Kahoot) oleh Bapak Eyldi Elyadi Husein Tangahu.
  2. Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi MPI oleh Bapak Dedy Daniel Misade.
  3. Berbagi praktik baik inovasi pembelajaran IPS melalui Metode Game Based Learning dengan pemanfaatan platform teknologi (Quizizz, Wordwall, QR Barcode, Kahoot, Wheell of Names) oleh Ibu Ika Defiyanti.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam dari pukul 18.00-20.00 WITA dihadiri 49 peserta dari beberapa daerah dan mendapat respon positif dari para peserta hingga 5 pertanyaan yang diajukan. Lagi-lagi pertanyaan tentang kuota dan jaringan internet yang menjadi tema setiap pertanyaan. Sehingga para narasumber harus dengan bijak dan cermat untuk memberikan pencerahan yang dapat diterima. Setidaknya jika kita tidak bisa memanfaatkan platform teknologinya minimal kita bisa mengambil strategi inovasi pembelajarannya baik dari model, metode atau gaya belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik kita di era milenial saat ini.

Ternyata dengan berbagi dan berkolaborasi antar sahabat duta teknologi ini sangat bermanfaat dan mendapatkan hal baru baik informasi, strategi dan pemanfaatan platform yang bisa digunakan saat ini. Seperti halnya web tools dan aplikasi Canva yang cenderung banyak diminati peserta didik kita dalam proses pembelajaran saat ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan berbagi dan berkolaborasi ini bukan hanya habis pada tugas pembaTIK level 4 saja melainkan bisa dilanjutkan pada kegiatan di satuan pendidikan masing-masing atau komunitas belajar. Melalui ajang pembaTIK ini kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 


In House Training PKP (Sekolah Penggerak) Literasi Digital

                                                 Gambar 2. IHT PKP Literasi Digitalisasi

Chromebook dan akun belajar.id merupakan salah satu program kemendikbudristek dalam pengembangan kompetensi pemanfaatan media teknologi pada pendidik dan peserta didik. Melalui PKP Sekolah Penggerak SMP Negeri 3 Ratahan mengadakan In House Training yang berkaitan dengan literasi digitaliasi pemanfaataan chromebook dan akun belajar.id yang berlangsung selama 3 hari dari 9 s.d 11 Oktober. Adapun yang menjadi Narasumber adalah Yudita Hosang, S.Pd (SMP Negeri 2 Ratahan), Ika Defiyanti, S.Pd (IP SMP N 3 Ratahan) dan Chrisvil Mawuntu, S.Teol (IP SMP N 3 Ratahan). Kegiatan ini pun di hadiri studi tiru dari SMP N 2 Ratahan ke SMP N 3 Ratahan dalam kolaborasi peningkatan kualitas komunitas belajar guru. Materi yang dibawakan sebagai berikut

  1. Materi pemanfaatan chromebook oleh Yudita Hosang, S.Pd;
  2. Berbagi praktik baik pemanfaatan video pembelajaran dan canva pada peserta didik oleh Ika Defiyanti, S.Pd;
  3. Berbagi praktik baik pemanfaatan google chat dan canva pada peserta didik oleh Chrisvil Mawuntu, S.Teol.

Kegiatan yang di hadiri para guru dari dua sekolah yang terbentuk dalam sebuah komunitas belajar dan beberapa peserta didik di hari terkahir sebagai uji kelayakan praktik baik yang dilakukan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para guru kedua sekolah karena dengan berbagi dan berkolaborasi para guru saling mendapatkan informasi dan pembelajaran terbaru baik dari strategi pembelajaran, kinerja komunitas belajar dan praktik baik yang telah dilakukan masing-masing sekolah.

                                        Gambar 2. Ibu Ika berbagi praktik baik tentang Canva

Saya sangat senang belajar menggunaka chromebook...!tutur kata dari Dylan Sumangando salah seorang peseerta didik yang ikut andil partisipasi sebagai peserta dalam kegiatan In House Training. Dia sangat senang saat mendapatkan akun belajar.id yang ternyata memiliki banyak kelebihan seperti dalam penyimpanan data di drive yang hampir unlimited (tanpa batas) sehingga dia tidak harus membeli memory card, ungkapnya.

Diharapkan dengan kegiatan pelatihan literasi dgital ini dapat bermanfaat bagi para pendidik dan peserta didik. Tujuan dari pemanfaatan chromebook, akun belaja.id dan berbagi praktik baik inovasi pembelajaran ini adalah meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan dan meningkatkan konektivitas antar layanan pembelajaran.

Untuk meilihat Vlog silahkan KLIK 👉https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/451053 atau https://www.youtube.com/watch?v=zCUQ9H2BMi0&t=1s


#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar 

"BERSENANG-SENANG" BERSAMA KOMUNITAS BELAJAR

Seperti yang kita ketahui dimana progam sekolah penggerak salah satunya mampu menggerakan komunitas praktisi para pendidik. Program sekolah penggerak dan komunitas penggerak adalah bagian dari strategi Merdeka Belajar yang memiliki pendekatan berbeda untuk tujuan yang sama, yang berfokus pada pembelajaran dan pengembangan hasil belajar siswa. Mendapatkan kesempatan diundang oleh Kemendikbudristek dalam rangka Training of Trainer sebagai Fasilitator Komunitas Belajar merupakan suatu penghargaan dan penghormatan tersendiri bagi seorang guru. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung dari 6 s.d 8 Oktober 2023 di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat.

Gambar. Kegiatan ToT Fasilitator Komunitas Belajar


Acara ini dihadiri oleh 52 orang guru yang telah melewati tahapan seleksi Fasilitator Komunitas Guru oleh Tim Kemendikbudristek yang berasal dari masing - masing daerah di Indonesia (Jawa, Sumatera, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku). Agenda acara ToT Fasilitator Komunitas Guru ini diawali dengan sambutan dari Plt. Kepala Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, dan arahan dari Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani.  Training of Trainer (ToT) Fasilitator Komunitas Guru dalam rangka membekali  Bapak dan Ibu guru untuk terus berdaya sehingga menghasilkan karya yang berkualitas, sesuai dengan konten dan konteks belajar murid dalam rangka sosialisasi kebijakan.

Adapun materi-materi yang diberikan sebagai berikut :
1. Simulasi pembentukan komunitas belajar.
2. Kurikulum Merdeka
3. Pemanfaatn Platform Merdeka Mengajar
4. Pentingnya Sekolah Sehat
5. Pembentukan TPPK Anti Kekerasan di Satuan Pendidikan

Sebagai salah satu peserta ToT, Ika Defiyanti menjelaskan bahwa setelah mengkuti kegiatan ToT ini akan ada peningkatan kompetensi para pendidik dan sasaran utama peserta didik. Melalui berbagi praktik baik dan berkolaborasi tentang pengetahuan dunia pendidikan terlebih kurikulum merdeka diharapkan akan ada umpan balik sebuah perubahan pendidikan yang lebih baik lagi. Komunitas belajar diyakini mampu menjadi tangan panjang tujuan pendidikan saat ini. Bergerak, Tergerak dan Menggerak maju terus komunitas belajar guru Indonesia.


#PembaTIK2023

#KomunitasBelajar

#Kemdikbudristek

Referensi :

https://bbpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/detailpost/peningkatan-kapasitas-guru-melalui-training-of-trainer-tot-fasilitator-komunitas

Literasi Digital Sastra Lisan Maengket

Di zaman milineal sekarang ini, kecenderungan membudidayakan bahasa daerah sangatlah kurang. Generasi muda lebih bereksplor dalam bahasa asing seperti bahasa korea, jepang, inggris dan mandarin. Mengapa demikian? Hal ini tentunya karena pengaruh budaya asing tersebut dalam pemanfaatan teknologi digital seperti film drama korea dan kip pop yang masih merajalela. Pertanyaannya apakah ini salah? Tentu saja tidak, tetapi lebih baiknya hal ini diseimbangkan untuk anak didik kita mengenal budaya daerah masing-masing dari mulai foklor, bahasa daerah, kesenian dan lainnya. Karena mencintai produk dalam negeri merupakan visi salah satu negara kita. Jangan sampai kita bisa menguasai budaya asing namun kita tidak mengenal budaya daerah masing-masing.

Gambar. Maengket dalam Festival Benlak

Dinas pendidikan kabupaten Minahasa Tenggara dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara dengan  programnya tentang pengembangan literasi digital melalui sastra lisan maengket. Maengket merupakan suatu tarian khas kabupaten Minahasa yang umumnya digunakan masyarakat jama dulu sebagai ucapan syukur atas hasil panen, pindah rumah dan kisah percintaan. Tarian ini dimainkan lebih dari 12 orang dengan menari dan menyanyikan lagu daerah menggunakan bahasa pasan, punosakan atau tonsawang. Kegiatan ini diadakan dua kali pada 13-15 Agustus 2023 dan pada festival Bentenan Lakban 21-25 September 2023 di Tombatu, Minahasa Tenggara.

Kedua kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari Bupati Minahasa Tenggara yang diwakilkan oleh Bapak Wakil Bupati Jesaja Jocke Legi dalam sambutannya. Bahkan banyak peserta dari beberapa sekolah yang mengikuti ajang lomba tarian maengket ini dengan banyak variasi. Mayarakat Minahasa Tenggara pun apresiatif terhadap kegiatan ini. Melestarikan budaya yang hampir punah merupakan tugas dari anak bangsa kita sebagai generasi penerus bangsa.

SMP Negeri 3 Ratahan telah meraih juara ke 2 dan 1 pada kedua festival sastra lisan maengket yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Prestasi yang sangat luar biasa, bagi SMP Negeri 3 Ratahan dapat ikut berpartisipasi aktif dalam melestarikan budaya daerah. Semoga keberhasilkan ini bisa dijadikan motivasi bagi generasi berikutnya.

Referensi : https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/458133

#Kemdikbudristek

#LiterasiDigital

#SastraLisanMaengket

#CerdasBerkarakter

#MerdekaSetaraBeragam

 #PlatfromMerdekaMengajar

#BuktiKarya


Internet Sehat Untuk Siswa

Di zaman serba modern ini internet sudah masif digunakan, dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Bahkan jumlah pengguna internet di Indonesia per Januari 2023 mencapi 212,9 juta, menurut laporan terbaru dari We Are Social dan Meltwater bertajuk "Digital 2023". Sebelum kita membahas apa itu internet sehat ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa yang di maksud dengan internet. Internet adalah suatu jaringan komputer yang satu dengan yang lain saling terhubung untuk keperluan komunikasi dan informasi. Sebuah komputer dalam satu jaringan internet dapat berada di mana saja atau bahkan di seluruh Indonesia. Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global. Terdapat banyak manfaat yang dengan leluasa bisa kita dapatkan baik data atau informasi untuk membantu tugas sekolah atau pekerjaan, membaca berita nasional maupun manca negara,mencari lowongan pekerjaan ataupun mencari beasiswa,bahkan termasuk sebagai sumber berbagai sumber ilmu.

Pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam bekerja, belajar, berkomunikasi, bertransaksi dan sebagainya. Saat ini internet bukan lagi kebutuhan kedua melainkan kebutuhan utama yang semua kalangan jadikan prioritas. Hidup tanpa internet terasa tidak berwarna dan bermakna.

Sebagian besar aktivitas manusia sudah dapat dijalankan melalui akses internet. Kegiatan komunikasi, surat menyurat menggunakan surel (surat elektronik), pembelajaran jarak jauh, berbelanja online hingga pemasaran dan pemesanan sesuatu bisa dilakukan dengan cara online. Menjadi sebuah hal baik bagi kita saat menggunakan internet jika digunakan dengan positif, namun ini pun dapat berdampak negatif jika kita tidak sehat dalam memanfaatkan internet. Maka disini akan kita bahas apa itu internet sehat.


                                            Gambar. Seorang siswa sedang mengakses internet

Internet Sehat

Internet sehat bukanlah internet yang sedang sakit atau bukan orang sakit yang harus diobati menggunakan internet. Internet sehat merupakan suatu gerakan dalam pemanfaatan internet ke arah yang lebih positif dan baik untuk di konsumsi. Gerakan internet sehat ini muncul karena adanya aktivitas penggunaan internet yang begitu bebas tanpa batas. Semua informasi dapat dengan mudah dengan adanya internet. Tanpa harus kita pergi ke luar negeri, kita sudah dapat informasi dari luar negeri. Internet pun sangat mudah digunakan, diakses dan dijangkau oleh semua generasi. Terkadang ada orang yang lebih suka membeli kuota untuk internet dibanding kebutuhan primernya.

Selain itu ada banyak dampak negatif lainnya jika pemanfaatan internet ini tidak ada kontrol dari si pengguna. Mereka bisa kecanduan internet seperti mengakses game tanpa batasan waktu, melihat tayangan yang tidak layak dan tidak pantas, memanfaatkan internet untuk kejahatan. Hal-hal demikianlah yang harus kita hindari sedini mungkin saat mereka masih sekolah.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mendukung akses internet sehat antara lain : 

  • Hindari situs atau forum yang berbahasa (menjurus ke aktifitas kejahatan internet);
  • Pasang Aplikasi Parental Control bagi orang tua;
  • Berikan sosialisasi kepada anak sejak dini soal hal baik dan hal buruk saat menggunakan internet;
  • Gunakan DNS yang bisa memblok situs berbahaya seperti situs judi, situs dewasa yang lainnya;
  • Pertebal iman dan agama adalah salah satu Firewall utama dalam diri pengguna internet. 

Bagaimana cara menangkal penggunaan internet negatif ?

Salah satu langkah antisipasi untuk menangkal materi negatif tersebut adalah dengan menginstal software pengaman ke dalam computer yang digunakan .Yang harus diingat adalah, berbagai macam software yang tersedia tidaklah menggantikan peran orang-tua, guru maupun komunitas dalam memberikan keamanan dan kenyamanan selama berInternet. Software hanyalah alat bantu, yang tidak bisa menjamin 100% menghalau materi negatif dari Internet. 

Saat ini di Indonesia pada semua jenjang pendidikan sudah digalakan pemanfaatan akun belajar.id. Diharapkan dengan adanya pemanfaatan akun belajar.id ini, internet sehat dapat teratasi. Hebatnya kaun belajar.id ini jika digunakan oleh peserta didik di sekolah dalam kegiatan pembelajaran akan memblok situs dan tayangan yang tidak pantas dengan sendirinya.

Banyaknya dampak negatif dalam penggunaan teknologi Internet bukan berarti kita menjadi antipati terhadap teknologi yang satu ini, melarang dan mengharamkan kepada anak-anak menggunakan teknologi khususnya Internet bukanlah jalan keluar yang tepat. Yang perlu dilakukan adalah memberikan arahan dan juga sebuah perhatian khusus kepada mereka, dampingi mereka dan sampaikan hal-hal yang positif yang dapat diambil dari internet.